Berita Komunitas
Indra Jaya Usman Ungkap Bernasnya Visi Gus Dur Tentang Kebudayaan
Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman menghadiri acara "Malam Gusdurian" yang diinisiasi oleh Gusdurian Mataram.
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Pertama, penempatan budaya sebagai konteks bagi penerapan ajaran agama. Proses itu didasarkan pada pemahaman Gus Dur bahwa hubungan antara agama dan budaya seperti hubungan antara filsafat dan ilmu (sains).
Demikian pula agama dan budaya. Bagi Gus Dur, Islam ialah agama hukum (religion of law). Hal itu yang menjadi tantangan sebab Islam sebagai ‘jaringan aturan’ harus diletakkan dalam konteks budaya yang merupakan ‘proses perubahan’. Antara aturan dan perubahan harus dipertemukan, justru melalui keduanya.
Bagaimana caranya? Inilah yang mengantarkan kita pada substansi gagasan pribumisasi Islam.
"Itu pesan yang saya lihat juga dari salah satu pesan dalam peringatan satu abad NU yakni penolakan terhadap sistem khilafah," bebernya
Kedua, kata IJU Gus Dur sepertinya mengatakan pentingnya perluasan sumber perumusan hukum Islam.
Tidak hanya pada sumber keagamaan, yakni Al-Qur’an, hadis, ijma, dan qiyas, tetapi juga sumber-sumber kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan dijadikan sebagai sumber perumusan hukum.
Tentu, nilai-nilai itu tidak bertentangan dengan teks suci meskipun tidak tertulis dalam kitab suci.
Sementara itu, Ketua PWNU NTB, Masnun Tahir dalam sambutanya menyampaikan bahwa di abad ke dua Nahdlatul Ulama ini dibutuhkan kehadiran NU di setiap lini kehidupan.
"NU di abad kedua harus hadir di setiap sudut kehidupan masyarakat," katanya.
Nahdlatul Ulama, lanjutnya, diperlukan kehadirannya baik di dunia maupun akhirat karena NU tidak hanya mengurus yang masih hidup tapi juga yang sudah meninggal.
"Apa pun kondisi dan posisi NU harus hadir," ungkapnya.
Lebih jauh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini menyebutkan bahwa Gus Dur masih menginspirasi sampai sekarang.
"Meski beliau sudah meninggal tapi Gus Dur masih mengisiparasi semua orang dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat umum," katanya.
Sebelumnya Koordinator Gusdurian Mataram Fairuz Abadi atau yang akrab di sapa Abu Macel ini menyampaikan bahwa Kegiatan Gusdurian ini bagian dari perayaan momen 1 Abad NU.
Malam Gusdurian akan diadakan sekali sebulan tiap malam bulan purnama.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.