Budi Waseso Tak Menampik Harga Beras Masih Mahal dan Akui Adanya Mafia

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso  menduga salah satu penyebabnya harga beras mahal adalah adanya mafia yang sengaja menjual dengan harga tinggi.

Editor: Dion DB Putra
Dok. Bulog
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Buwas mengakui harga beras saat ini masih mahal. 

TRIBUNLOMBOK.COM,JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso tak menampik jika harga beras saat ini masih mahal. Namun dia mengaku tak tahu apa penyebab harga beras masih mahal lantaran dirinya sudah menggelontorkan ratusan ribu ton beras untuk meredam harga.

Baca juga: Dinas Sosial NTB Salurkan 1.988 Kg Beras untuk Warga Pesisir Kota Mataram Terdampak Cuaca Buruk

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso  menduga salah satu penyebabnya harga beras mahal adalah adanya mafia yang sengaja menjual dengan harga tinggi ke pedagang beras, sehingga harga di konsumen juga mahal.

"Sebenarnya saya sudah tahu, dan saya tidak bodoh-bodoh amat. Kalau tanda kutip ada mafia, memang ada. Saya ini punya kebijakan atas dasar perintah Presiden, kita harus menggelontorkan sebanyak mungkin. Tidak ada monopoli terhadap masalah perberasan, karena beras adalah kebutuhan pokok yang mendasar," kata Buwas saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Buwas masih pelit bicara soal siapa oknum atau mafia tersebut. Namun Buwas bilang, berdasarkan hasil video yang didapatkan, oknum tersebut bertugas menjadi koordinator dan mengintimidasi pedagang untuk mau membeli beras dengan harga mahal.

"Saya melepasnya dengan harga Rp 8.300 per kilogram. Beras yang saya lepas sekarang itu berasnya impor yang notabene broken 5 atau premium, dijualnya Rp 8.300. Seharusnya dengan Rp 8.300 sampai konsumen ya Rp 9.000 lah, tapi yang terjadi harganya tetap tinggi," ungkap Buwas.

"Saya ikuti semua, begitu saya pancing, ikuti ternyata para pedagang ini mendapatkan harga mahal. Bagaimana dia menjual murah, karena dia belinya mahal. Saya buka, ngapain ngumpulin pedagang diintimidasi. Jangan dipikir saya tidak tahu. Ada rekamannya. Siapa yang hadir saya tahu. Di mana tempatnya saya tahu. Tidak ada koordinator-koordinatoran. Engak ada mafia- mafia," sambung Buwas.

Buwas mengaku dirinya juga sudah memberikan penugasan dan laporan kepada Satgas Pangan untuk segera menindaklanjuti mafia beras tersebut.

"Jangan merasa hebat, jagoan, pakai ngancam. Apa ini? Negara diancam-ancam. Berani ngancam negara lagi. Satgas Pangan saya kasih (laporannya) enggak bisa cara begini. Masalah beras, masalah perut masyarakat dipakai mainan," tegas Buwas.

Sementara Kasub Satgas Ketersediaan Pangan Polri Helfi Assegaf mengatakan, dirinya sudah mendapatkan berkas laporan dari Perum Bulog dan akan mempelajariya lebih lanjut agar segera ditindaklanjuti.

"Nanti dulu, kami lihat dulu data berkasnya dan kami pelajari. Kita tertib hukum saja. Jangan sampai mengganggu kondisi pangan kita yang menurut kami masih perlu," ungkap dia.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso tak menampik jika harga beras saat ini masih mahal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Harga Beras Masih Mahal, Bos Bulog Akui Masih Ada Mafia

https://money.kompas.com/read/2023/01/20/144000726/harga-beras-masih-mahal-bos-bulog-akui-masih-ada-mafia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved