Berita Lombok Utara

Syarat One Gate System Gili Trawangan Berjalan Optimal, Dispar KLU: Sarana dan Prasarana Terpenuhi

One Gate System Gili Trawangan awalnya ditujukan agar industri pariwisata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lokal

TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Para wisatawan naik ke kapal publik yang menjadi moda trasnportasi utama di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. One Gate System Gili Trawangan awalnya ditujukan agar industri pariwisata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lokal. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Polemik penerapan One Gate System di tiga Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) dinilai bisa optimal jika sarana dan prasarana terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ali Zulkarnain.

"Jika mengacu pada rekomendasi dari Kementrian Pariwisata, memang penerapan One Gate System ini akan terlaksana dengan baik jika infrastruktur, sarana dan pra sarana kita sudah terpenuhi," ucap Ali kepada TribunLombok.com, Selasa (17/1/2023).

Ali mengatakan, penerapan One Gate System Gili Tramena ini adalah pertimbangan Bupati KLU Djohan Sjamsu yang sangat mendasar.

One Gate System awalnya ditujukan agar industri pariwisata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lokal.

Baca juga: Alasan Gubernur NTB Optimistis UPTD Tramena Mampu Maksimalkan Potensi Gili Trawangan

"Supaya jangan sampai industri pariwisata ini tidak hanya dinikmati oleh pengusaha-pengusaha saja, namun kita harapkan masyarakat lokal yang berharap banyak pada sektor wisata tersebut juga bisa mendapatkan manfaatnya," tuturnya.

Kika nanti penerapan One Gate System ini bisa berjalan, para pelaku penyedia kapal boat atau juga kapal dari masyarakat di sana akan terpakai.

"Nantinya, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat dari pengantaran tamu dari Gili Tramena menuju ke pelabuhan bangsal sebagai tempat pembayaran utamanya," ungkapnya.

Namun problem yang terjadi saat ini, yakni banyak wisatawan yang mengeluh dengan pelayanan.

Ali mengakui salah satu kendala penerapan One Gate Siystem adalah tidak didukungnya sarana dan prasarana.

Misalnya, perahu boat yang dimiliki masyarakat sekitar masih belum memenuhi standar keamanan, ataupun sarana dan prasarana di Pelabuhan Bangsal.

Untuk itu, kata Ali, penerapan One Gate System ini memang harus didahulukan dengan sarana dan prasarana yang memadai, infrastruktur yang bagus, baru kemudian pelaksanaannya menjadi baik.

"Tapi nanti lah itu kita adakan, sekarang ini kita sedang menunggu kebijakan pak Bupati KLU (Djohan Sjamsu) terkait tentang hal itu,"

"Saya hanya bisa memberikan statemen bahwa penerapan one gate system ini adalah salah satu alasannya itu supaya destinasi pariwisata ini bisa dirasakan manfaatnya masyarakat, perkara bagaimana penerapan prasarana nanti kita adakan," tutup Ali.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved