Paus Benediktus XVI Sangat Senang Menerima Mangga Arumanis dari Indonesia
Pater atau Romo Markus Solo Kewuta mengatakan, dirinya mempunyai kenangan yang sangat dalam bersama Paus Benediktus.
TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA- Paus Emeritus Benediktus XVI saat masih bertakhta di Vatikan sangat senang menerima mangga arumanis dari Indonesia.
Mangga arumanis tersebut dibawa pejabat Vatikan yang berkunjung ke Indonesia.
Hal ini diungkapkan kembali oleh pejabat Vatikan asal Indonesia, Pater Markus Solo Kewuta, SVD dalam wawancara dengan Deni Iskandar, mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Nostra Aetate di Roma tahun 2023.
Baca juga: Profil Paus Benediktus XVI: Profesor yang Piawai Bermain Piano
Pater atau Romo Markus Solo Kewuta mengatakan, dirinya mempunyai kenangan yang sangat dalam bersama Paus Benediktus.
Perjumpaan Romo Markus Solo dengan Paus Benediktus XVI itu pertama kalinya pada saat dirinya berada di Kota Wina, Austria.
"Kenangan saya sendiri dengan Paus Benediktus, sangat banyak dan sangat dalam sekali dan tidak akan saya lupakan. Jadi pada saat itu, beliau (Paus Benediktus) memanggil saya, waktu itu saya masih di Kota Wina, Austria, dan Paus Benediktus lah yang memanggil saya untuk bekerja di Vatikan." kata Pater Markus Solo Kewuta, Senin (2/1/2023).
Pater Markus menerangkan, pertemuan pertamanya dengan Paus Benediktus saat itu menggunakan bahasa Jerman. Saat itu, kata Pater Markus, Paus Benediktus sangat mengagumi kelancaran bahasa Jerman Pater Markus.

"Sebagai orang yang berbahasa Jerman waktu itu, saya pertama kali bertemu beliau (Paus Benediktus) dengan bahasa Jerman dan beliau mengagumi bahasa Jerman saya dan sejak itu kita merasa dekat satu sama lain. Bahkan ketika ada kunjungan, kakak saya yang sulung dari Indonesia pun, seorang pastoor juga, Paus Benediktus juga menerima kami berdua di kediamannya." terang Pater Markus.
Selain itu, ia juga menceritakan sosok Paus Benediktus XVI juga selain menguasai doktrin dan ajaran Katolik, Paus Benediktus juga sangat baik dan dari segi kemanusiaan, sangatlah humbel (rendah hati) dan bermental sangat sederhana.
"Beliau ini saya kagumi sebagai Paus, karena menguasai doktrin dan ajaran Katolik yang sangat baik dan dari segi kemanusiaan, beliau (Paus Benediktus) itu adalah seorang yang sangat humble (rendah hati) dan bermental sangat sederhana, dan sangat dekat dengan orang, itu yang sangat saya kagumi pada beliau." katanya.
Mengutus Kardinal Jean-Louis Tauran ke Indonesia
Lebih jauh Romo Markus mengatakan, pada tahun 2009, empat tahun setelah terpilih menjadi seorang Paus, Paus Benediktus XVI mengutus Dewan Dialog Antaragama, Kardinal Jean-Louis Tauran untuk datang ke Indonesia, dan kedatangannya disambut dengan baik dan bagus.
Sepulangnya dari Indonesia, Pater Markus bercerita bahwa, dirinya dan Kardinal Jean-Louis Tauran dibekali buah aromanis, untuk diberikan kepada Paus Benediktus XVI di Vatikan.

"Pada saat beliau (Benediktus XVI) tahun 2009, empat tahun setelah terpilih menjadi Paus, Paus Benediktus XVI mengutus Kardinal Jean-Louis Tauran, pembesar saya di Vatikan, untuk pergi ke Indonesia, dan pada saat itu, kunjungan kami diterima dengan baik dan bagus." kata Pater Markus
"Akhirnya, pada waktu kami kembali, Kardinal Jean-Louis Tauran, meminta saya untuk membawa mangga Aromanis, untuk Paus Benediktus dan mangga-mangga itu kami bawa ke Vatikan dan Kardinal sendiri yang mengantar mangga-mangga itu ke Paus Benediktus dan beliau (Paus Benediktus) sangat senang, menerima mangga Aromanis dari Indonesia." tutur Pater Markus.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.