Selasa, 12 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kerajaan Inggris

Paus Fransiskus Sangat Sedih dan Berdoa untuk Mendiang Ratu Elizabeth II dan Raja Charles

Ratu Elizabeth II wafat pada usia 96 tahun hari Kamis 8 September 2022 di Kastil Balmoral, Skotlandia.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
CNN via Tribun Bali
Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada usia 96 tahun, Kamis 8 September 2022. 

TRIBUNLOMBOK.COM, LONDON – Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus sangat sedih mendengar kabar wafatnya Ratu Inggris.

Paus mengatakan dia berdoa untuk mendiang Ratu Elizabeth II dan Raja Charles III.

Ratu Elizabeth II wafat pada usia 96 tahun hari Kamis 8 September 2022 di Kastil Balmoral, Skotlandia.

Baca juga: Urutan Garis Takhta Keluarga Kerajaan Inggris setelah Ratu Elizabeth II Dikaruniai Cucu Keenam

Sampai hari ini penghormatan terus mengalir untuk mendiang Ratu Elizabeth II yang meninggal di Kastil Balmoral, Skotlandia.

Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles. Setelah Ratu Elizabeth II wafat pada Kamis (8/9/2022), Raja Charles III dinobatkan sebagai penerus takhta Kerajaan Inggris.
Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles. Setelah Ratu Elizabeth II wafat pada Kamis (8/9/2022), Raja Charles III dinobatkan sebagai penerus takhta Kerajaan Inggris. (shutterstock)

Berikut reaksi dari para pemimpin dunia untuk mendiang Ratu Elizabeth II yang memimpin takhta Kerajaan Inggris selama 70 tahun.

Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mengatakan dia sangat sedih atas kematian Ratu Elizabeth II. Paus Fransiskus berdoa untuk mendiang ratu serta Raja Charles.

Presiden AS Joe Biden

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Ratu Elizabeth II sebagai raja Inggris pertama yang menjalin hubungan pribadi dengan orang-orang di seluruh dunia.

Menyusul kepergian Ratu, dia memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih dan gedung-gedung pemerintah AS.

"Ratu Elizabeth II adalah seorang negarawan dengan martabat dan keteguhan yang tak tertandingi yang memperdalam aliansi dasar antara Inggris dan Amerika Serikat. Dia membantu membuat hubungan kami istimewa," katanya, dikutip dari Kantor berita AFP.

Kanselir Jerman Olaf Scholz

Jerman, yang dalam masa hidup ratu berubah dari musuh terbesar Inggris menjadi sekutu yang kuat, memuji sosok Ratu sebagai "simbol rekonsiliasi" setelah perang dunia 2.

"Komitmennya terhadap rekonsiliasi Jerman-Inggris setelah kengerian Perang Dunia II tak akan pernah terlupakan," kata Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Sekjen PBB Antonio Guterres

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved