Hadiri Seminar Kepemudaan KNPI NTB, Refly Harun Soroti Agenda Terselubung Narasi Ancaman Resesi 2023

Dalam pemaparannya, Refly Harun menyoroti tentang narasi resesi yang terus berulang disuarakan pemerintah.

TribunLombok.com/ Lalu Helmi
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (kiri) dan Ketua DPD KNPI NTB H Baihaqi (kanan) di acara seminar Kepemudaan, Senin (29/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD KNPI NTB.

Rakerda itu dirangkaikan dengan seminar kepemudaan yang mengangkat tema “Gerakan Pemuda Menghadapi Ancaman Resesi Dunia 2023”.

Dalam pemaparannya, Refly Harun menyoroti tentang narasi resesi yang terus berulang disuarakan pemerintah.

Pria yang kini aktif menjadi Youtuber itu memandang, perlu untuk mengkritisi motivasi di balik isu yang berulang disuarakan.

Refly mengingatkan potensi narasi itu memiliki agenda terselubung menyukseskan misi presiden 3 periode.

Baca juga: Bupati Lombok Barat Resmikan Gedung Lumbung Pangan, Tingkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa

“Indikasinya jabatan presiden 3 periode, masih terus disuarakan para pendukungnya pada acara di GBK,” katanya, Senin (29/11).

Pemuda dalam perspektifnya tidak boleh terlena dengan apa yang muncul di permukaan.

Selain itu dituntut jeli membaca, apakah akan berdampak terhadap situasi politik tahun 2023 termasuk di dalamnya politik anggaran untuk menopang kepentingan menuju Pemilu 2024.

Kesan menakut-nakuti lebih terasa menurutnya daripada fakta yang sebenarnya terjadi pada diri bangsa Indonesia saat ini.

Meskipun tak dipungkiri ada pengaruh Pandemi Covid-19 dan situasi perang Rusia-Ukraina yang berimbas pada perekonomian bangsa.

Baca juga: Jadwal Kapal Rute Lembar Menuju Ketapang, 30 November 2022

Hanya saja dalam hemat Refly, nuansa kepentingan politik lebih terasa di dalam isu resesi yang terus berulang dikampanyekan.

“Namun dalam perspektif ekonomi, (isu resesi) aktivispreneur tentu itu bisa jadi solusi untuk para pemuda khususnya di KNPI, untuk mencegah,” imbuhnya.

Membangun perekonomian juga penting untuk melihat di mana harus berdiri. Tidak melulu menjadi bagian dari jaringan bisnis besar yang pada akhirnya membuat pemuda terjajah dalam arti pesuruh pebisnis bangsa asing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved