Belum Selesai Tragedi Itaewon, Korea Selatan dan Utara Saling Menembak Rudal untuk Pertama Kalinya
Situasi antara Korea Selatan dan Korea Utara semakin memanas. Kedua belah pihak saling tembak rudal ke wilayah masing-masing untuk pertama kalinya.
Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
Peluncuran rudal ini memicu sirene serangan udara di Ulleung.
Penduduk sekitar kemudian diminta mengungsi ke tempat penampungan bawah tanah.
Otoritas Korea Selatan dan Jepang mengutuk eskalasi dari Pyongyang.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyebutnya sebagai "invasi teritorial yang efektif", meskipun rudal itu mendarat di luar perairan teritorial Korea Selatan, dan berjanji akan "membalas dengan cepat dan tegas".
Sekitar tiga jam kemudian, Korea Selatan menembakkan tiga rudal dari pesawat tempur ke perairan lepas pantai timur Korea Utara.
Baca juga: Pemerintah Korea Selatan Janjikan Penyelidikan Cepat Terkait Tragedi Halloween di Itaewon
Presiden Yoon mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional atas peluncuran tersebut.
Dia memerintahkan langkah-langkah cepat dan tegas untuk merespons tindakan Korea Utara itu.
Yoon Suk-yeol mengatakan peluncuran rudal balistik Korea Utara yang melintasi perbatasan laut yang disengketakan dan mendarat di dekat perairan negaranya secara efektif merupakan invasi teritorial.
“Yoon menunjukkan hari ini bahwa provokasi Korea Utara berupa invasi teritorial yang efektif oleh sebuah rudal yang melintasi Garis Batas Utara untuk pertama kalinya (sejak semenanjung Korea terbagi),” kata kantornya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Kompas.
Jepang juga mengonfirmasi peluncuran rudal Korea Utara, dengan Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan bahwa dia berencana untuk mengadakan pertemuan keamanan nasional sesegera mungkin.
(TribunLombok/ Kompas)