Kapal Ikan Angkut BBM Ilegal, Ditpolairud Polda NTB Gali Alat Bukti Lewat Video Aktivitas Kapal

Kombes Pol Kobul S Ritonga menjelaskan alat bukti baru yang didapatkan pun bersumber dari video aktivitas dalam kapal.

Istimewa/Dok Polsek Labuan Haji
Kapal Pembawa BBM di Labuhan Haji Angkut 272.400 Liter Solar - Kapal milik PT Cahaya Petro Energy yang diduga menimbun BBM di perairan Labuhan Haji Lombok Timur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penyidik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB temukan beberapa alat bukti baru, terkait ratusan ribu liter BBM Pelabuhan Labuan Haji, Lombok Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Kobul S Ritonga, Sabtu (1/10/2022).

Kombes Pol Kobul S Ritonga menjelaskan alat bukti baru yang didapatkan pun bersumber dari video aktivitas dalam kapal.

Lebih dalam Kobul menuturkan aktivitas tersebut adalah upaya mencampur adukan bahan lain ke dalam BBM.

Dan diangkut oleh kapal dengan nama MT Harima dan MT Anggun Selatan.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Bibit Ternak, Kejari Mataram Bidik Peranan DPRD Lombok Barat

Namun pihak Kobul tidak tergesa-gesa terkait video yang menjadi alat bukti tersebut.

"Semuanya kelihatan di dalam video dan foto, akan tetapi kami akan periksa terlebih dahulu ke ahli soal alat bukti itu," ucapnya.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka, dalam hal ini nakhoda. 

Alasan penetepan tersangka terhadap dua nakhoda itu, lantaran dalam kasus tersebut, nakhoda menjadi orang pertama yang memahami aktivitas tersebut.

Baca juga: Produsen Tempe di Mataram Rugi, Harga Kedelai Meroket hingga Rp 1,4 Juta Per Kuintal

"Kami sudah penuhi alat bukti, kenapa nakhoda? Karena dia yang mengetahui segala aktivitas di dalam kapal. Namun tidak menutup adanya tersangka baru," sebut Kobul.

Selain itu, adanya dokumen dan BBM jenis solar yang tidak sesuai itu, diketahui oleh pihak nakhoda. 

“Kita sangkakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 untuk Pidumnya, sementara untuk Pidsusnya kami sangkakan Pasal 54 UU Migas, lantaran BBM tersebut Out Of Spec, atau minyak palsu," tegasnya. 

Baca juga: Berikut 6 Penyebab Timbulnya Jerawat, Stress hingga Kurang Tidur

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved