Berita Kota Bima

Diduga Tahu Soal Dana KUR yang Dikorupsi, Mantan Kepala BNI Dipanggil Tipikor Polres Bima Kota

Mantan Kepala BNI 46 Cabang Bima, AM menjadi pihak yang dipanggil dan akan diperiksa oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Dok. Istimewa
Diduga Tahu Soal Dana KUR yang Dikorupsi, Mantan Kepala BNI Dipanggil Tipikor Polres Bima Kota - Pegawai PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, yang sedang melayani pelanggan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Mantan Kepala BNI 46 Cabang Bima, AM menjadi pihak yang dipanggil dan akan diperiksa oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima.

Pemanggilan AM sebagai saksi oleh Tipikor Polres Bima, berkaitan dengan dugaan korupsi atas dana KUR sebesar Rp39 miliar.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasat Reskrim, Iptu M Rayendra mengaku, telah melayangkan panggilan pertama pada AM pada tanggal 9 September lalu. terkait kasus korupsi dana KUR.

Namun yang bersangkutan tidak hadir, dengan alasan masih banyak pekerjaan.

Baca juga: Korupsi Dana KUR di Bima Berpotensi Rugikan Negara Rp 4 Miliar

"Yang bersangkutan minta ditunda dulu, karena masih banyak pekerjaan," kata Rayendra.

Ia juga menjelaskan, pemanggilan atas AM karena posisinya saat itu sebagai Kepala BNI Bima.

Ditanya apakah AM tahu dengan pemotongan dana KUR tersebut?

Rayendra mengaku, belum bisa memastikan karena harus lakukan pengambilan keterangan terlebih dahulu.

Baca juga: Modus Korupsi Penyaluran Dana KUR di Bima: Bantuan Disunat Hampir Setengahnya

"Makanya kita panggil dulu, untuk dimintai keterangan," tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini kasus dugaan korupsi dana KUR ini sudah memasuki tahap penyidikan.

AM tidak mendapatkan surat permintaan keterangan saat tahap penyelidikan, tetapi langsung mendapatkan surat panggilan pada kasus ini, ketika sudah naik pada tahap penyidikan.

Dugaan korupsi dana KUR ini muncul, ketika ada beberapa penerima bantuan mengungkap, adanya pemotongan bantuan yang diduga dilakukan oknum koordinator.

Dari keterangan kepolisian, ada 12 koordinator.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved