Putra Bupati Bima Dikhitan, Prosesi Dihelat Majelis Adat Sara Dana Mbojo Selama 4 Hari

Acara khitanan putra Bupati Bima ini akan menampilkan berbagi atraksi budaya suku Mbojo selama empat hari berturut-turut

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Buja Kandada, satu dari sekian banyak seni bela diri suku Mbojo yang ditampilkan dalam rangka Khitanan Putra Bupati Bima, Muhammad Putera Pratama. Acara khitanan putra Bupati Bima ini akan menampilkan berbagi atraksi budaya suku Mbojo selama empat hari berturut-turut. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Majelis Adat Sara Dana Mbojo akan menggelar prosesi budaya “Suna Ro Ndoso” atau khitanan selama 4 hari ke depan.

Terlibatnya Majelis Adat Sara Dana Mbojo ini karena yang dikhitan merupakan Muhammad Putera Pratama, Putera Kedua Sultan H Ferry Zulkarnain (Alm) dan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Selain itu, juga ada saudara sepupu dari Muhammad Putera Pratama yang dikhitan yakni Muhammad Athala Zulkarnain, Putra Tajul Sirajuddin, serta Muhammad Naufal Haydar, Putra dari Ardhi Ekapaty.

Prosesi ini akan dilaksanakan mulai 28 September sampai dengan 1 Oktober 2022, di Pendopo Bupati Bima dan Museum Asi Mbojo.

Baca juga: Rimpu, Hijab Suku Mbojo Dipakai Ribuan Warga Kota Bima Peringati HUT ke-77 RI

Sebagai ajang pelestarian budaya, acara khitanan putra Bupati Bima ini akan menampilkan berbagi atraksi budaya selama empat hari berturut-turut.

Atraksi budaya yang akan ditampilkan di antaranya, Mpa’a Gantao, Upacara Kapanca, Eksibisi Marawis, Compo Sampari, Khitanan Massal dan ditutup dengan atraksi Gambus.

Puncak acara khitanan nantinya yakni Compo Baju dan Compo Sampari yang merupakan rangkaian proses khitanan suku Mbojo.

Pantauan TribunLombok.com, gelaran lomba Gantao yang ditampilkan pada hari pertama langsung menyedot perhatian masyarakat.

Seni bela diri ala suku Mbojo tersebut, menghadirkan kelompok Gantao dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima.

Begitu pun untuk pertunjukan Buja Kandada, menyedot perhatian warga yang ada di Kota Bima.

Bahkan tak jarang, penonton datang khusus dari wilayah Kabupaten Bima ke depan pendopo Bupati Bima yang berada di wilayah Kota Bima, untuk menyaksikan langsung atraksi budaya ini.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved