Poltekpar Lombok Gelar Famous 2022, Wujudkan Suistanable Development Goals Bidang Pariwisata

Mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar Familiarization Trip of Sustainable atau Famous 2022 di Desa Karang Bajo, Lombok Utara.

Penulis: Sinto | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Keterangan pers Poltekpara Lombok untuk mensosialisasikan kegiatan Familiarization Trip of Sustainable (Famous) 2022, di Lombok Tengah, Selasa (27/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Familiarization Trip of Sustainable atau Famous 2022 merupakan project mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok program studi D4 Pengaturan Perjalanan semester 7 kelas B.

Kegiatan Famous akan dilakukan di desa adat Karang Bajo pada tanggal 10-12 Oktober 2022.

Famous sengaja digelar di Desa Karang Bajo, salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Desa Karang Bajo ini sebagian besar penduduknya bersuku Sasak.

Kegiatan ini adalah bentuk pengaplikasian mata kuliah Aplikasi Manajemen Bisnis Perjalanan (APMB).

Dengan Tagline Uniqueness & Cultural Awareness, diharapkan Famous 2022 mampu memperkenalkan budaya serta destinasi wisata yang dikunjungi.

Baca juga: Poltekpar Lombok Tuan Rumah Peluncuran SBMPTNP Kemenparekraf 2022

Selama kegiatan, para peserta dari travel agent diharapkan bisa menjual produk berupa paket wisata yang dihasilkan dari kegiatan ini.

Pembantu direktur Amirosa Ria Satiadji mengungkapkan, Famous 2022 kali ini mempunyai konsep Live In.

Dimana peserta bisa berbaur dan merasakan pengalaman menjadi masyarakat lokal Desa Adat Karang Bajo pada moment “Maulid Adat”.

Semua peserta akan mengikuti proses maulid adat Desa Karang Bajo.

"Tujuannya untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya serta destinasi wisata yang ada di Lombok khususnya Kampung Adat Karang Bajo," terang Amirosa Restiadi, dalam press conference di Poltekpar Lombok, Selasa (27/9/2022).

Output jangka panjang yang diharapkan yakni Agent Perjalanan Wisata (APW) dan Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang diundang dapat menjual destinasi tersebut.

Karena itu, diharapkan terciptanya multiplier effect yang dapat memulihkan sektor pariwisata di Pulau Lombok akibat pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved