Ditangkap Polisi karena Sabu Seberat 5,02 Gram, Dua Sejoli di NTB Saling Tuduh Kepemilikan Barang

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto menjelaskan, untuk kasus pertama, tersangka berinisial ACP alias M, Wanita, 35 Tahun.

TribunLombok/Jimmy Sucipto
Konferensi pers penangkapan tersangka pemilik barang haram sabu oleh Dir Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Deddy Supriadi (putih) dan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto di Mapolda NTB, Kamis (22/9/2022).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB kembali mengungkap dua kasus tindak pidana Narkotika.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto menjelaskan, untuk kasus pertama, tersangka berinisial ACP alias M, Wanita, 35 Tahun.

ACP yang berdomisili di Jalan Ngurah Rai, Lingkungan Selagalas Kota Mataram juga ditemukan bersama tersangka lainnya, DB, Pria, 36 Tahun.

DB yang diketahui pasangan gelap ACP berdomisili di Desa Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Pada saat dilakukan penggeledahan di kos milik ACP, petugas menemukan barang bukti dompet yang berisikan dengan 1 buah gulungan dan 3 buah plastik klip transparan yang diduga berisi narkotika jenis sabu.

Baca juga: Aksi Solidaritas Jurnalis di Lombok Timur Tuntut Proses Hukum Oknum ASN Aniaya Wartawan di Karawang

Benar saja di dalam dompet tersebut berisikan sabu seberat 5,02 gram. 

Selain barang bukti tersebut ditemukan juga satu buah unit HP.

Saat diamankan dan diinterogasi, Direktur Narkoba Polda NTB, Deddy Supriadi menjelaskan keduanya saling menyalahkan.

Baca juga: Program Afirmasi Difabel Dikbud NTB Beri Peluang Penyandang Disabilitas Bekerja di Sekolah

Kata Deddy, kedua tersangka saling menuduh dan tidak mengakui siapa yang memiliki barang haram tersebut.

Namun, ucap Deddy tim penyidik akan terus mencari bukti objektif. Guna membuktikan siapa sebenarnya yang memiliki barang haram tersebut.

Dan saat konferensi pers ditutup, Kabid Humas menerangkan tersangka ACP dan DB melanggar Pasal 112 Undang-undang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Baca juga: Motor Bocah di Lombok Barat Raib Digondol Maling saat Ditinggal Mandi di Kali

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved