Pilkada 2024

PKS Menilai Hubungan Harmonis Zul-Rohmi Modal Kuat Tuntaskan Pembangunan NTB

Sejumlah catatan realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mesti harus dituntaskan paket Zul-Rohmi.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Ketua DPW PKS Nusa Tenggara Barat, Yek Agil. Dia menilai kolaborasi Zul-Rohmi telah mampu merealisasikan sejumlah program strategis di RPJMD. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pasangan Zulkieflimansyah - Hj Sitti Rohmi Djalilah genap empat tahun menakhodai NTB pada 19 September 2022 ini.

Sejumlah catatan realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mesti harus dituntaskan paket Zul-Rohmi.

Baca juga: Gubernur NTB Zulkieflimansyah Resmikan Gedung Auditorium Asrama Haji Lombok 

Baca juga: Sukiman-Suhaili Figur Kuat Tantang Zul-Rohmi di Pilgub NTB 2024

Pada rapat paripurna perihal Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 sejumlah fraksi di DPRD NTB memberikan catatan kritis terhadap kinerja Zul-Rohmi di NTB.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku pengusung Zul-Rohmi memberikan komentar terkait hal tersebut.

Dalam kacamata PKS, terpaan bencana baik alam maupun non-alam yang hadir di era kepemimpinan Zul-Rohmi menjadi salah satu faktor belum maksimalnya Pemprov NTB mengejar target pembangunan.

"Kita sama-sama menyadari masa jabatan Zul-Rohmi (sudah empat tahun), dengan kondisi yang tidak bersahabat. Adanya gempa, yang kemudian dilanjutkan dengam covid-19, tentu itu menyebabkan banyak hal-hal yang terkoreksi," kata Ketua DPW PKS NTB Yek Agil kepada TribunLombok, Minggu (18/9/2022).

Meski demikian, Yek Agil menilai kolaborasi Zul-Rohmi telah mampu merealisasikan sejumlah program strategis di RPJMD.

"Tetapi di tengah situasi kekurangan-kekurangan tadi relatif berbagai macam program terutama dalam pencapaian RPJMD yang telah disusun beberapa parameter telah terpenuhi," katanya.

Selaku wakil Ketua DPRD NTB, pihaknya mengaku akan terus mengawasi kinerja Zul-Rohmi hingga berakhirnya masa jabatan pada September 2023 mendatang.

Sisi yang kurang, kata Yek Agil, akan menjadi bagian yang pihaknya atensi sehingga satu tahun ke depan bisa diselesaikan.

Dia masih optimistis Zul-Rohmi dapat menuntaskan target menjelang satu tahun masa jabatan selesai.

Terkait komentar miring sejumlah fraksi terhadap kinerja Zul-Rohmi, Yek Agil tak menampik hal tersebut.

"Tentu masing-masing fraksi dalam memandang kinerja eksekutif mempunyai pandangan-pandangan berbeda. Bagi kita (PKS) acuannya RPJMD, itulah nanti yang akan menentukan sejauh mana keberhasilan dari pemerintahan ini dalam mewujudkan visi-misi saat pencalonan kemarin," bebernya.

Tahun 2023 kerap disebut tahun politik. Dalam sejumlah kasus, pada tahun terakhir kepemimpinan, petahana biasanya akan sibuk melakukan kampanye politik demi mengamankan suara di konstelasi berikutnya.

Menyikapi hal tersebut, PKS menilai paket Zul-Rohmi hingga kini masih menujukkan kolaborasi yang kuat.

"Kalau kami menilai biasanya tahun politik itu panas, tapi kalau melihat yang sekarang ini salah satu yang menjadi hambatan kepala daerah dalam melaksanakan tugas adalah disharmoni Gubernur dan Wakil Gubernur," ujarnya.

"Sampai sejauh ini kami masih melihat harmonis, ini menjadi modal kuat kita. Untuk pertama, menyelesaikan visi misinya. Kedua, membangun susasan yang kondusif bagi birokrasi dalam rangka stabilitas mengawal apa yang tertuang dalam RPJMD," kata anggota DPRD NTB dapil 7 NTB itu.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved