Berita Mataram

Inspektorat Kota Mataram Punya 30 Fungsional Baru, Dapat Tugas Kawal MCP KPK hingga Zona Integritas

Jabatan fungsional lingkup Inspektorat Kota Mataram sebanyak 30 orang yang terdiri dari 21 auditor dan 9 P2UPD

Penulis: Laelatunni'am | Editor: Wahyu Widiyantoro
Istimewa
Inspektur Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengambil sumpah jabatan fungsional lingkup Inspektorat Kota Mataram sebanyak 30 orang yang terdiri dari 21 auditor dan 9 P2UPD. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Inspektur Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengambil sumpah jabatan fungsional lingkup Inspektorat Kota Mataram sebanyak 30 orang yang terdiri dari 21 auditor dan 9 P2UPD.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula inspektorat Kota Mataram yang dihadiri oleh Kepala BPKP perwakilan Provinsi NTB, Kepala BKPSDM, para fungsional auditor dan PPUPD lingkup Pemerintah Kota Mataram.

Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan tata kelola administrasi pemerintahan yang baik sesuai dengan tuntutan kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Lebih lanjut disampaikan dalam era reformasi birokrasi saat ini, APIP berperan sangat strategis sebagai counterpart dan perpanjangan tangan tugas-tugas mandatory dari kementerian lembaga vertikal.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Ingatkan Kepala Daerah di NTB Jaga Integritas

Baca juga: KPK Ingatkan Pelaku Usaha di NTB Bangun Iklim Usaha Kompetitif Tanpa Suap

Seperti peranan pencegahan korupsi oleh KPK melalui aplikasi MCP dan SPI-nya, SAKIP dan zona integritas oleh Kemenpan RB, SPIP, P3DN, IEPK (Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi) oleh BPKP.

"Kami melaksanakan pelantikan pejabat fungsional untuk menjamin legitimasi, kualitas dan profesionalitas para auditor dalam melaksanakan tugas," ucap Nelly.

Nelly berharap agar pejabat fungsional yang dilantik dapat menjadi motivasi serta amunisi dalam menjawab tantangan kapabilitas APIP.

"Di era reformasi birokrasi dan paradigma para auditor bukan mencari bukti kesalahan, tetapi bagaimana memberikan kepada pendampingan dan pembinaan agar bisa menyajikan laporan keuangan yang baik, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutup Baiq Nelly.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved