RSUD NTB Bersiap Menuju Rumah Sakit Rujukan Kelas A

dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengungkapkan RSUD Provinsi NTB kini tengah berikhtiar untuk menjadi rumah sakit kelas A

TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dr Lalu Herman Mahaputra 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan.

Saat ini, RSUD NTB telah menjadi rujukan utama rumah sakit di NTB.

Sebagai rujukan utama, RSUD Provinsi NTB terus berbenah, baik dari sisi pelayanan, fasilitas, tenaga medis dan juga bangunan.

RSUD Provinsi NTB kini tengah berikhtiar untuk menjadi rumah sakit kelas A.

‘’Sudah selayaknya RSUD Provinsi ini kelas A. Sebelum saya lahir sampai jadi direktur kelas B, saya tidak mau. Harus jadi kelas A, apapun risikonya saya ambil,’’ tegas Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra pada Senin, (12/9/2022).

Ia menyebut, angka kesakitan akibat penyakit kardiovaskular (penyakit jantung) di NTB sangat tinggi.

Sering sekali masyarakat awam di NTB menyebut ketika ada orang meninggal sebagai hal yang biasa.

Baca juga: Bayi Kembar Empat Asal Kaboro Lahir di RSUD Provinsi NTB, Berat Badan 1 Kilogram

Padahal, kalau bisa dilakukan pengobatan dan pencegahan, faktor orang meninggal akibat kardiovaskular bisa ditekan.

Untuk itu, ungkapnya, tahun 2022 pihaknya menjadwalkan bisa melakukan operasi bedah jantung terbuka di NTB.

‘’Jadi kami siapkan kamar operasinya, sumber daya manusianya dan sudah ada," katanya.

"Nanti akan kita kolaborasi dengan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dengan dokter Ananto kita akan didampingi untuk melakukan operasi bedah jantung terbuka. Jadi memang sudah layaklah di Nusa Tenggara Barat ini melakukan operasi-operasi yang berisiko tinggi,’’ ucap pria yang akrab disapa Dokter Jack ini.

Hal tersebut juga relevan dengan harapan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang tidak ingin ketika ada jenis penyakit-penyakit tertentu dirujuk ke RSUP Sanglah atau rumah sakit di luar daerah.

Dalam melakukan operasi penyakit berisiko tinggi, Dokter Jack menyadari semuanya harus dipersiapkan, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.

Pihaknya sudah mengirim tenaga-tenaga medis ke luar daerah untuk belajar dan menimba pengalaman di beberapa rumah sakit besar, sehingga ketika ada operasi serupa di RSUD Provinsi NTB, mereka sudah siap.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved