Universitas Teknologi Sumbawa Hibahkan Lahan 5 Hektare untuk Kawasan Terpadu Nusantara

Program ini dimaksudkan untuk pemberdayaan mitra deradikalisasi yang diharapkan dapat menjadi role model dunia.

Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Dion DB Putra
UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA
Kunjungan tim BNPT ke Universitas Teknologi Sumbawa. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) hibahkan lahan selyas 5 hektare untuk sukseskan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN).

Lahan ini dihadirkan bersama dengan tawaran konsep pertanian terpadu untuk pemberdayaan mitra deradikalisasi.

Baca juga: Prodi Manajemen Universitas Teknologi Sumbawa Gandeng KSPM Sukseskan Capital Market Competition

Baca juga: BNPT Pusatkan Kawasan Terpadu Nusantara di Universitas Teknologi Sumbawa, Gandeng 4 Desa di Moyo

Ketua Tim KTN UTS Nurul Amri Komarudin menawarkan konsep tersebut saat menyambut kunjungan Tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Tim Kemko Polhukam RI di Warung NKRI lingkungan kampus UTS.

Dosen Teknik Lingkungan ini juga melakukan presentasi terkait konsep yang ditawarkan.

Program ini dimaksudkan untuk pemberdayaan mitra deradikalisasi. Diharapkan dapat menjadi role model dunia dengan mengedepankan ekonomi, edukasi, dan turisme.

Di dalamnya akan ada proses penanaman nilai untuk mereduksi paham-paham radikalisme.

Lahan seluas 5 hektare yang disediakan dikategorkan sebagai lahan marginal.

Lahan itu akan ditanami jagung, kacang koro, dan semangka.

Untuk ternak, akan di isi oleh ternak ruminansia sapi dan kambing.

"Lahan marginal sejatinya adalah lahan mutu terbatas karena faktor tertentu. Konsep Pertanian Terpadu ini akan membantu produktivitas lahan ini, sekaligus menjadi realisasi deradikalisasi," kata Amri, Jumat (2/9/2022).

Tawaran ini kemudian disambut baik oleh BNPT.

Mereka berharap agar program ini betul-betul mampu memberdayakan mitra deradikalisasi atau pelaku terorisme dengan adanya kesinambungan dengan berbagai pihak serta lingkungannya.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan UTS sebagai mitra di bidang pendidikan akan terus mendukung upaya deradikalisasi demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang damai.

“Kami yakin dan percaya Konsep Sistem Pertanian Terpadu ini akan memberi dampak nyata bagi nafiter juga masyarakat," kata rektor didampingi oleh Tim Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri UTS.(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved