Universitas Teknologi Sumbawa

BNPT Pusatkan Kawasan Terpadu Nusantara di Universitas Teknologi Sumbawa, Gandeng 4 Desa di Moyo

Konsep tersebut menempatkan akademisi, pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha terjun dalam pengembangan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN).

Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/GALAN REZKI WASKITA
Penandatangan nota kesepahaman antara BNPT dengan Sekda Sumbawa, Senin (27/6/2022). Acara ini disaksikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) dan Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, MH (kiri). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Konsep penanggulangan terorisme pentahelix kini diterapkan di Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Konsep tersebut menempatkan akademisi, pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha terjun dalam pengembangan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN).

Baca juga: Program 1 Desa 10 Engineer, Universitas Teknologi Sumbawa Ingin Bentuk Kopasus Bangun Desa

Baca juga: TGB Ceritakan Awal Mula Berdirinya Universitas Teknologi Sumbawa

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sebagai pusat KTN, Senin (27/6/2022).

"Memang kita harus multi approach, multi pendekatan, karena pikiran berbasiskan kekerasan itu didasari banyak faktor terutama pendidikan," kata Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H.

Dalam kegiatan soft opening KTN di aula UTS itu, Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.Ip menandatangi nota kesepahaman dengan Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda Sumbawa Hasan Basri.

Sebanyak empat desa di Moyo turut digandeng dalam program ini. Desa tersebut adalah Desa Batu Bulan, Maman, Pernek, dan Desa Leseng.

Keempat desa ini terletak di Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa.

BNPT memberikan bibit ikan nila dan tanaman holtikultura secara simbolik kepada keempat desa tersebut.

"(Melalui) komunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat luas, pada akhirnya masyarakat tidak berniat untuk ikut dalam kegiatan yang bisa mengarah pada aktivitas kekerasan (terorisme)," kata Komjen Boy Rafli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved