Sabtu, 9 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pengaruh Pakan Limbah Jagung Terhadap Produksi Susu Kuda Liar Bima

Di Kabupaten Bima rata-rata berprofesi sebagai petani dan berladang jagung dengan usaha sambilan beternak kuda

Tayang:
Dok. UTS
Ternak kuda di Desa Monggo, Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima 

Besar harapan rencana penelitian ini dapat dilaksanakan guna membantu para peternak kuda serta pihak Pemerintah Kabupaten Bima.

Penelitian diperlukan untuk mendapatkan informasi yang dapat dijadikan suatu patokan terkait penggaruh produksi susu kuda terhadap jenis pakan yang diberikan.

Monggo adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Desa Monggo diakui sebagai satu di antara desa penghasil susu kuda terbanyak di Kabupaten Bima.

Kebiasaan masyarakat di Desa Monggo selain bertani yakni memelihara kuda sekaligus memerah susu kuda untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Belum ada pihak peneliti sebelumnya yang melakukan penelitian terkait pemberian limbah jagung terhadap produksi susu kuda liar Bima.

Termasuk juga soal pola pemeliharaan secara ekstensif di Desa Monggo Kecamatan Mada Pangga Kabupaten Bima.

Di Desa Moggo sistem pemeliharaan Kuda secara ekstensif, selain masalah modal, peternak yang baru menjalankan usaha ternaknya cenderung menggunakan cara turun-temurun dari nenek moyangnya.

Sehingga pengetahuan di Desa Monggo dalam beternak masih secara konvensional dan belum mampu mengembangkan usahanya secara lebih baik.

Di Kabupaten Bima rata-rata berprofesi sebagai petani dan berladang jagung.

Mereka menjadikan beternak sebagai pekerjaan sambilan di samping usaha pertanian.

Dengan demikian, pengalaman dalam mengembangkan usaha ternak Kuda Bima bisa dikatakan masih minim.

Biasanya, usaha ternak kuda “jara” Monggo Bima masih skala rumah tangga jumlah ternaknya berkisar 1–5 ekor.

Bentuk pemeliharaan masih tradisional dan dipelihara di samping rumah.

Selain itu, minimnya pengetahuan peternak dalam pengelolaan sanitasi kandang membuat limbah kotoran kuda menumpuk dan mengotori lingkungan.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved