Senin, 13 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pengaruh Pakan Limbah Jagung Terhadap Produksi Susu Kuda Liar Bima

Di Kabupaten Bima rata-rata berprofesi sebagai petani dan berladang jagung dengan usaha sambilan beternak kuda

Dok. UTS
Ternak kuda di Desa Monggo, Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima 

Oleh Husni, S.Pt., M.Si; Dr. Umar, S.Pd., M.Pd; dan Muhammad Hidayatullah, M.Sc.

Kabupaten Bima merupakan Daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenal sebagai wilayah dengan populasi ternak kuda yang cukup tinggi.

Kuda dalam bahasa Bima yaitu "Jara" merupakan komoditas andalan daerah Bima.

Bahkan, kuda menjadi ikon daerah Bima dalam bentuk patung yang dibangun di berbagai tempat wilayah Bima.

Kuda Bima sudah dikenal luas Nusantara sejak pada jaman Majapahit.

Berdasarkan hasil Survei Pertanian Antar Sensus (sutas) Badan Pusat Statistik NTB yang dipublikasikan pada tahun 2019, rumah tangga di Kabupaten Bima menjadikan peternakan kuda sebagai usaha utamanya.

85 rumah tangga mengembangbiakan kuda atau memproduksi susu kuda.

Sementara yang memelihara kuda sendiri 569 rumah tangga.

Minat untuk memelihara kuda sebagai hewan peliharaan sampai sekarang masih melekat di masyarakat Bima khususnya di Desa Monggo Kecamatan Mada Pangga.

Namun pengembangan pengetahuan terhadap pemeliharaan kuda di Bima masih sangatlah minim.

Sehingga produksi susu relatif rendah, serta pemanfaatan pakan yang belum maksimal.

Hal ini terjadi karena belum ada pengembangan dari Pemerintah sehingga tidak ada pengembangan yang dilakukan oleh masyarakat.

Untuk menunjang hal tersebut, maka data dasar sangatlah diperlukan untuk melakukan penelitian.

Haruslah diukur pengaruh produksi susu kuda terhadap jenis pakan yang diberikan kepada ternak kuda.

Pengaruh suatu pakan merupakan faktor penting untuk diketahui agar dapat mendorong peternakan lebih maju lagi.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved