Kematian Brigadir J

Polri Resmi Memberhentikan Irjen Ferdy Sambo Secara Tidak Hormat

Ferdy Sambo juga dijatuhkan sanksi etik dengan dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan khusus selama 40 hari.

Editor: Dion DB Putra
Kolase: Capture YouTube dan Tribunnews
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjalani sidang kode etik di gedung TNCC, Mabes Polri Jakarta, Kamis (25/8/2022). Polri resmi memecat Ferdy Sambo. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Setelah melewati sidang kode etik, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memecat atau memberhentikan secara tidak hormat Irjen Ferdy Sambo.

Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Sambo diputuskan dalam sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang digelar sejak Kamis (25/8/2022) pagi hingga Jumat (27/8/2022) dini hari tadi.

Baca juga: Heboh, Suara Misterius Bilang Sayang saat Komisi III DPR Bahas Kasus Ferdy Sambo

Baca juga: Soal Ferdy Sambo Sempat Hubungi Anggota DPR, Mahfud MD: Agar Orang Percaya Skenarionya

"Pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri," kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Ahmad Dofiri yang memimpin sidang etik Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta.

Selain pecat  Ferdy Sambo, Polri juga menjatuhkan sanksi etik kepada Sambo dengan dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan khusus selama 40 hari.

Ferdy Sambo langsung mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.

"Mohon izin, sesuai dengan Pasal 29 PP 7 Tahun 2022, izinkan kami mengajukan banding, apapun keputusan banding kami siap untuk laksanakan," kata Sambo.

Sidang kode etik dilakukan setelah jenderal bintang dua itu menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022.

Sidang kode etik turut menghadirkan sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan berencana.

Para saksi itu termasuk yang sudah ditetapkan tersangka yaitu Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal, dan asisten rumah tangga Sambo bernama Kuat Ma'ruf.

Proses sidang KKEP Ferdy Sambo digelar di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta. Sidang dipimpin Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri.

Seperti diwartakan sebelumnya, total ada lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigdir J. Para tersangka yakni Ferdy Sambo dan istrinya, Bharada E, Bripka RR, serta Kuat Ma'ruf.

Lima tersangka itu dijerat pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 UU KUHP.

Sambo merupakan dalang atau orang yang memerintahkan Bharada E atau Richard Eliezer menembak Brigadir J.

Bripka RR, Kuat, dan Putri juga turut membantu dalam kejadian pembunuhan Brigadir J.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Hasil Sidang Etik: Irjen Ferdy Sambo Resmi Dipecat Polri

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved