Apakah Nanah Hukumnya Najis sehingga Harus Dibasuh dengan Air?

Unsur najis ada dalam cairan nanah karena najis merupakan cara penyebutan untuk setiap yang menjijikkan

pixabay.com
Ilustrasi kain kasa penutup luka. Simak penjelasan hukum nanah menurut pendapat para ulama. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Anggota tubuh manusia terkadang mengeluarkan nanah ketika mengalami luka.

Untuk membersihkannya dilakukan dengan membasuhnya dengan air atau bahkan hanya dengan tisu saja.

Apakah nanah itu najis sehingga harus dibersihkan dengan air?

Simak penjelasan mengenai hukum nanah itu suci atau najis seperti dijelaskan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, mengutip keterangan tim layanan syariah Bimas Islam Kemenag RI.

Baca juga: Bagaimana Hukum Perempuan Salat Berjemaah di Masjid? Simak Tuntunan Hadis

Kebanyakan para ulama menyatakan nanah itu najis.

Alasannya, yang pertama, nanah termasuk benda yang menjijikkan.

Kedua, nanah berasal dari darah.

Karena darah dihukumi najis, maka begitu juga dengan nanah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut:

Para ulama sepakat bahwa nanah ketika keluar dari badan manusia, hukumnya najis karena nanah termasuk benda menjijikkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved