Berita Lombok Tengah

Sinergi Polsek Kopang-BTNGR Jaga Gunung Rinjani, Cegah Karhutla hingga Illegal Logging

Pengamanan area Taman Nasional Gunung Rinjani dengan mencegah terjadinya Karhutla, memantau titik api, hingga mengawasi aktivitas illegal loging

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Dok. Polsek Kopang
Kapolsek Kopang AKP Suherdi saat menerima penghargaan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Selasa (2/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kapolsek Kopang AKP Suherdi menerima penghargaan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Selasa (2/8/2022).

Piagam penghargaan diberikan atas peran aktif Suherdi dalam mendukung kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan di area Gunung Rinjani.

Termasuk penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

"Pemberian piagam ini diberikan atas peran aktif Kapolsek Kopang dalam mendukung kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan serta penanganan Karhutla," kata Kepala Resort TNGR Stiling Joko S.

Baca juga: Penemuan Bayi di SMP 5 Kopang Lombok Tengah, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Suherdi mengucapkan pihaknya berkomitmen akan selalu berupaya maksimal dalam melakukan pencegahan illegal loging.

Demikian juga dengan penanganan Karhutla dengan meningkatkan kegiatan patroli serta menghimbau kepada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

"Insya Allah kami dari Polsek Kopang akan terus berupaya maksimal dalam melakukan pencegahan terjadinya illegal loging dan karhutla dengan meningkatkan patroli," ujar Suherdi.

Menghadapi Karhutla di TNGR, Suherdi menyebut ke depannya Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga perlu dilakukan.

Hal ini untuk memperkuat kesiapan dalam mengantisipasi dan pengendalian karhutla di kawasan TNGR.

Patroli pencegahan karhutla yang pelaksanaannya diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang rawan terjadi Karhutla dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meminimalisasi Karhutla oleh faktor manusia.

Kemudian melakukan monitoring titik panas dengan menunjuk petugas yang selalu memantau titik panas melalui satelit pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

Baca juga: Lombok Barat Akan Buka Jalur Pendakian Ke Rinjani

Monitoring diperlukan guna mengetahui sebaran titik panas pada skala provinsi dan nasional.

Untuk mempermudah proses penanganan karhutla di lapangan, BTNGR melakukan kerjasama dengan TNI/ POLRI melalui koordinasi dan penjagaan terpadu pada titik-titik yang rawan terjadi karhutla.

Selanjutnya, dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan kampanye dan sosialisasi tentang karhutla guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved