Berita Kota Mataram

Evaluasi Ops Patuh Rinjani 2022, Himbauan Pembuatan SIM hingga Penekanan Angka Lakalantas

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Mataram, Kompol Bowo Tri Handoko memberikan beberapa penjelasan di Mapolresta Mataram, Rabu (27/7/2022).

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Ujian praktek berkendara untuk pembuatan SIM di Mapolresta Mataram, dalam menekan angka pelanggaran dan lakalantas, Rabu (27/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Operasi Patuh Rinjani 2022 telah usai dilaksanakan selama dua pekan lamanya.

Terhitung sejak 11 Juli 2022 hingga 24 Juli 2022, terdapat data pelanggaran SIM hingga kecelakaan lalu lintas yang dianalisa dan dievaluasi pasca perasi Patuh Rinjani 2022.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Mataram, Kompol Bowo Tri Handoko memberikan beberapa penjelasan di Mapolresta Mataram, Rabu (27/7/2022).

“Dalam Operasi Patuh Rinjani 2022, terdapat banyak pelanggaran Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dilakukan oleh masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Lombok Tengah, Pemotor Meninggal Dunia Terlempar ke Saluran Air

Dalam mengantisipasi pelanggaran tersebut, masyarakat dihimbau agar membuat SIM di Polresta Mataram.

“Pertama harus melakukan tes psikologi, kemudian tes kesehatan. Bila lolos, bisa mendaftarkan diri untuk foto SIM dan bisa lanjut ke tahapan uji teori, dan uji praktek kendaraan,” ucap Kompol Bowo.

Bowo pun menjelaskan bahwa peserta uji SIM yang gagal masih bisa memiliki beberapa kesempatan.

“Masih berkesempatan untuk melakukan tes kembali di kemudian hari, yakni 7 hari, 14 hari hingga 21 hari,” jelas Kompol Bowo.

Baca juga: Oknum Polisi di Kota Bima Tersangka Perusakan Rumah Pelaku Pencabulan Anak Dikenai Pasal Berlapis

Bagi Kompol Bowo, SIM merupakan salah satu cerminan legalitas pengendara menggunakan kendaraan.

Selain itu, Kompol Bowo menjelaskan bahwa Satuan Lalu Lintas Polresta Mataram turut mengantisipasi kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Khususnya di Narmada Lombok Barat. Dengan tren insiden dua kecelakaan lalu lintas setiap harinya.

Berdasarkan tren tersebut, Bowo menjelaskan bahwa Sat Lantas akan melakukan tiga upaya.

Yakni upaya preemtif, preventif hingga represif dalam menekan lakalantas di Narmada, Lombok Barat.

“Bila upaya represif, kita akan melakukan razia di sekitar lokasi rawan kecelakaan di Narmada dan akan melakukan penilangan bagi pelanggar lalu lintas,” tandasnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved