Berita Bima

Oknum Polisi di Kota Bima Tersangka Perusakan Rumah Pelaku Pencabulan Anak Dikenai Pasal Berlapis

Oknum polisi inisial N di Kota Bima dijerat dengan pasal berlapis terkait kasus perusakan rumah pelaku pencabulan anak

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin. Oknum polisi inisial N di Kota Bima dijerat dengan pasal berlapis terkait kasus perusakan rumah pelaku pencabulan anak. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - seorang oknum polisi di Kota Bima berinisial N sudah ditetapkan sebagai tersangka perusakan rumah pelaku pencabulan anak.

Oknum polisi N dikenai pasal berlapis atas sangkaan perbuatan pidana yang dilakukannya tersebut, berkaitan dengan kasus perusakan rumah di Bima.

Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin, Selasa (26/7/2022) menjelaskan, oknum polisi N dijerat dengan 2 pasal.

"Yang bersangkutan kami terapkan pasal 170 (KUHP) dan 406 KUHP," sebut Jufrin.

Baca juga: Oknum Polisi di Kota Bima Ditahan Usai Jadi Tersangka Perusakan Rumah Pelaku Pencabulan Anak

Pasal 170 KUHP ini terkait dengan N yang diduga melakukan aksi perusakan secara bersama-sama.

Sedangkan pasal 406 KUHP karena oknum polisi N dengan melawan hukum merusak barang milik orang lain.

"Yang jelas sudah terlihat, adanya perusakan. Secara bersama-samanya itu, ada dalam pasal 170 (KUHP)," jelasnya.

Lalu seperti apa status N saat ini?

Menurut Jufrin, karena N telah ditahan maka sekarang ini telah dibebastugaskan sementara.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan melakukan pengembangan.

Informasi terakhir yang diperoleh, sudah ada penambahan warga yang diamankan sebanyak dua orang.

"Baru diamankan, tapi belum ditetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.

Sebelumnya, N ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pada Sabtu (23/7/2022) lalu.

Baca juga: Pengadilan Bima Tolak Praperadilan Kakek 82 Tahun Tersangka Pencabulan Anak Polisi

N merupakan anggota Polres Bima Kota yang juga orang tua korban dugaan pencabulan terhadap anak.

N disangka merusak rumah milik Abd (82), seorang kakek yang diduga melakukan pencabulan anak.

Dugaan pencabulan ini terungkap pada Mei 2022 lalu di mana korban anak bertetangga dengan tersangka Abd.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved