Hasil Survei LSI Kepercayaan Publik pada Kejaksaan Naik Ditopang Persepsi Kasus Mafia Minyak Goreng

LSI menjelaskan alasan kenaikan tingkat kepercayaan publik pada kejaksaan pada Juli 2022 ini terkait penanganan kasus minyak goreng

DOK. Puspenkum Kejagung
Jaksa Agung Burhanuddin saat memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di Jakarta, Jumat (22/7/2022). LSI menjelaskan alasan kenaikan tingkat kepercayaan publik pada kejaksaan pada Juli 2022 ini terkait penanganan kasus minyak goreng. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru mengenai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Adapun survei LSI ini digelar pada 27 Juni-5 Juli 2022 yang melibatkan 1.206 responden.

Hasilnya, kejaksaan mengalami kenaikan tingkat kepercayaan publik sementara KPK semakin merosot.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan, kejaksaan mencatatkan kenaikan tingkat kepercayaan publik dibandingkan dengan 3 aparat penegak hukum lainnya.

Baca juga: Apa Itu Keadilan Restoratif? Penghentian Kasus Berdasarkan Kemanfaatan Hukum yang Diterapkan Jaksa

"Kondisi sebaliknya berlaku untuk Kepolisian dan KPK," kata Djayadi saat memaparkan hasil survei 'Persepsi Publik Terhadap Penegakan Hukum, Tugas Lembaga-Lembaga Hukum, dan Isu-Isu Ekonomi' secara virtual, Minggu (24/7/2022) seperti dikutip dari Tribunnews.

Dibandingkan dengan hasil survei LSI pada Mei 2022, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan hanya mencapai 64 persen, sementara pada Juli 2022 ini melonjak sampai 70 persen.

LSI menjelaskan alasan kenaikan tingkat kepercayaan publik pada kejaksaan pada Juli 2022 ini.

Antara lain kemampuan menangani kasus besar yang menyita perhatian masyarakat yakni kasus mafia minyak goreng.

51 persen masyarakat mengetahui dan pernah mendengar kasus mafia minyak goreng di Kemendag yang diusut Kejaksaan Agung.

Kasus ini dirasa masyarakat menjadi penyebab kenaikan harga dan kelangkaan stok minyak goreng.

Masyarakat kemudian menilai koruptor kasus minyak goreng harus dihukum.

Di antaranya, 38,5 persen masyarakat menilai harus dihukum seumur hidup; 19,5 persen masyarakat menilai harus dihukum 20 tahun penjara; dan 16 persen masyarakat menilai harus dihukum mati.

Sebanyak 55,8 persen masyarakat memberikan evaluasi positif karena menilai Kejaksaan telah baik dalam menjalankan tugasnya untuk memproses hingga menuntut para koruptor di pengadilan.

Baca juga: Lili Pintauli Mundur dari KPK, Tanggapan Firli dan Kelanjutan Kasus Gratifikasi MotoGP Mandalika

88,5 persen masyarakat sangat mendukung/mendukung sikap Presiden RI Joko Widodo yang memberi dukungan kepada Kejaksaan Agung untuk membongkar dan mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng tersebut.

Adapun alasan jika mendukung/sangat mendukung, 21,4 persen menilai karena itu bagian dari pemberantasan korupsi; 32,3 persen menilai karena para mafia itu telah melakukan kejahatan dan harus dihukum; dan 34,1 persen menilai supaya harga minyak goreng kembali normal.

(Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei LSI: Kepercayaan Publik Terhadap Kejaksaan Meningkat Siginifikan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved