Senin, 4 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Piala Dunia 2022

Profil Timnas Iran: Tidak Sekadar Bisa Menaklukkan Amerika Serikat

Masalah nuklir merupakan satu di antara isu sensitif yang kerap mengemuka dalam hubungan antara kedua negara.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
transfermarkt
Pemain legendaris Iran, Ali Daei. Dia masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak untuk timnas Iran. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Secara politis sudah menjadi rahasia umum bahwa relasi antara Amerika Serikat dan Iran tidak akur.

Pemimpin kedua negara itu kerap melontarkan pernyataan yang 'saling menyerang' satu sama lain.

Masalah nuklir merupakan satu di antara isu sensitif yang kerap mengemuka dalam hubungan antara kedua negara.

Baca juga: Profil Timnas Inggris: David Beckham Optimistis Three Lions Meraih Hasil Terbaik

Baca juga: FIFA Akan Menggunakan Teknologi Ini di Piala Dunia 2022 Qatar

Amerika Serikat lazimnya berusaha menekan, namun Iran tetap pada pendiriannya. Iran berkali-kali menegaskan proyek nuklir mereka tetap mematuhi ketentuan internasional.

Lapangan sepak bola ikut mempertemukan kedua negara. Timnas Amerika Serikat dan Iran sudah pernah bertanding di ajang bergengsi yaitu Piala Dunia.

Saat Piala Dunia 1998 berlangsung di Prancis, timnas Iran menaklukkan Amerika Serikat di penyisihan grup dengan skor 2-1.

Kemenangan Iran saat itu menempatkan mereka finis di peringkat ketiga penyisihan grup dengan koleksi tiga poin.

Dua puluh empat tahun kemudian hasil undian kembali mempertemukan Iran dan Amerika Serikat dalam satu grup.

Ya, di Piala Dunia 2022 ini timnas Iran tergabung di Grup B bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Wales.

Artinya Iran punya kesempatan lagi untuk menaklukkan Amerika Serikat yang merupakan 'musuhnya' dalam hubungan politik internasional.

Berikut sekilas profil timnas Iran, satu di antara kontestan Piala Dunia 2022.

Sampai tahun ini Iran telah enam kali lolos ke putaran final Piala Dunia yakni Piala Dunia 1978, 1998, 2006, 2014, 2018, dan 2022.

Bahkan Iran selalu lolos ke putaran final Piala Dunia secara beruntun sejak tahun 2014.

Persoalan bagi timnas Iran di Piala Dunia 2022 adalah tak sekadar bisa menaklukan timnas Amerika Seikt.

Tekad Iran adalah lolos dari fase grup, sesuatu yang belum pernah mereka raih sebelummya.

Pada Piala Dunia 1978 di Argentina, Iran finis di dasar klasemen dengan koleksi satu poin dari satu kali imbang dan dua kekalahan.

Tahun 1998 di Prancis, posisi timnas Iran lebih baik yaitu finis di peringkat ketiga dengan koleksi tiga poin berkat satu kemenangan.

Satu kemenangan itu didapat setelah mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 2-1.

Pada edisi 2006 dan 2014, Iran tak bisa berbuat banyak setelah hanya mampu mengoleksi satu poin berakhir di dasar klasemen.

Kemudian pada edisi terakhir di Rusia, timnas Iran kala itu jauh lebih baik dari empat edisi sebelumnya.

Betapa tidak, Iran yang tergabung dalam Grup B Piala Dunia 2018 bersama Spanyol, Portugal, dan Maroko mampu membuat kejutan. Timnas Iran yang kala itu dilatih Carlos Queiroz menyulitkan dua tim hebat Eropa Spanyol dan Portugal.

Team Melli, julukan timnas Iran, berhasil menahan imbang Portugal dengan skor 1-1, lalu hanya kalah tipis 0-1 dari Spanyol.

Iran sukses mengalahkan Maroko dengan skor 1-0. Dengan demikian, Iran mengemas empat poin dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Meski tidak lolos dari fase grup karena finis di peringkat tiga koleksi empat poin, terpaut satu poin dari Spanyol dan Portugal, perolehan poin Iran di Piala Dunia 2018 ini menjadi yang terbaik.

Piala Dunia 2022 akan menjadi penampilan keenam Team Melli di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Seperti yang dijelaskan di atas, Iran belum pernah sama sekali lolos dari fase grup dalam lima edisi terakhir.

Namun, pada edisi terakhir di Rusia, Iran berhasil membuat kejutan dengan menyulitkan Spanyol dan Portugal.

Mantan pelatih timnas Iran, Afshin Ghotbi percaya bahwa Team Melli dapat kembali membuat kejutan di Piala Dunia 2022 Qatar.

Hal itu dikarenakan Iran akan bermain di kawasannya sendiri yaitu Timur Tengah.

Meski bermain di Qatar, tetapi dengan dihelatnya Piala Dunia 2022 di kawasan Timur Tengah menjadi motivasi tersendiri bagi Iran.

Selain itu, Afshin Ghotbi juga menilai Iran bisa melewati Grup B yang diisi oleh Inggris, Amerika Serikat, dan Wales.

"Ini adalah grup yang sulit, tetapi ini adalah grup di mana Iran dapat melewati babak sistem gugur jika membuat keputusan yang tepat," ujar Afshin Ghotbi seperti dilansir The Seattle Times.

Diperkuat Pemain Eropa Timnas Iran tak hanya diperkuat pemain dari liga lokal saja, tetapi juga dihuni pemain yang bermain di Eropa.

Sebut saja Mehdi Taremi (FC Porto), Sardar Azmoun (Bayer Leverkusen), Sadegh Moharrami (Dinamo Zagreb), hingga Alireza Jahanbakhsh (Feyenoord).

Selain itu, masih ada beberapa pemain Iran yang bermain di kompetisi Eropa.

Dengan perpaduan pemain dari liga lokal dan Eropa, tentunya diharapkan membuat timnas Iran bisa berbicara lebih banyak pada Piala Dunia 2022 kali ini, mengingat edisi terakhir mereka bisa membuat kejutan.

Data timnas Iran

Kode FIFA: IRN

Julukan: Team Melli

Asosiasi: Football Federation Islamic Republic of Iran (FFIRI)

Konfederasi: AFC (Asia)

Pelatih kepala: -

Kapten tim: Ehsan Hajsafi

Penampilan terbanyak: Javad Nekounam (151 caps)

Pencetak gol terbanyak: Ali Daei (109 gol)

Penampilan Piala Dunia

1978 - Fase Grup

1998 - Fase Grup

2006 - Fase Grup

2014 - Fase Grup

2018 - Fase Grup

2022: - ?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Profil Tim Piala Dunia 2022: Iran, Menanti Kembali Kejutan Team Melli

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved