Mahasiswa UTS Ciptakan Teknologi Smart Farming berbasis IoT

Teknologi smart farming mahasiswa Teknik Elektro UTS ini memungkinkan petani mengontrol lahan pertanian dan tanaman hanya melalui smartphone

Dok. UTS
Teknologi Smart Farming berbasis IoT karya mahasiswa Teknik Elektro UTS. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sukses menciptakan teknologi Smart Farming berbasis internet of things (IoT).

Teknologi ini memungkinkan para petani untuk mengontrol lahan pertanian dan tanaman mereka hanya melalui smartphone.

Lebih teknis, petani dapat mengukur kadar air tanah dan mengontrol penyiraman tanaman.

"Smart Farming berbasis IoT dapat memantau dan mengontrol kondisi Rumah Gizi dari mana saja dan kapan saja,” jelas Mahasiswa Teknik Elektro UTS Ari Kurniawan yang turut menggarap proyek teknologi Smart Farming ini, Sabtu(16/7/2022).

Baca juga: UTS Boyong Dana Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka Rp 875 Juta

Smart Farming Berbasis IoT digagas Ari bersama Rahmad dari Teknik Mesin UTS dan Nurul Syifa dari STT Mandala Bandung.

Teknologi ini dilombakan di Program Inventra Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gagasan ini muncul karena melihat beberapa green house yang dikelola oleh Relawan Inspirasi yaitu "Rumah Zakat" dalam program Rumah Gizi kurang begitu maksimal.

Kondisi itu diakibatkan sulitnya memantau Rumah Gizi tersebut setiap hari secara rutin.

Program Inventra sendiri merupakan program Inkubasi gagasan/inovasi kader Masjid Salman ITB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved