Ibadah Haji 2022
14.962 Jemaah Indonesia Alami Batuk Pilek, Penyakit Tertinggi Usai Puncak Haji
Hingga selasa (12/7) tercatat sebanyak 14.962 jemaah haji mengalami batuk pilek, menggeser hipertensi ke posisi kedua dengan 12.720 kasus
TRIBUNLOMBOK.COM - Puncak ibadah haji 2022 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir.
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana mengatakan pascapuncak haji, terjadi pergeseran tren penyakit jemaah haji.
Hingga selasa (12/7) tercatat sebanyak 14.962 jemaah haji mengalami batuk pilek, menggeser hipertensi ke posisi kedua dengan 12.720 kasus.
Sementara posisi ketiga ditempati oleh penyakit saluran pernafasan sebanyak 6.785 kasus.
Baca juga: Jemaah Haji Pulang ke Indonesia yang Bergejala Covid-19 akan Dites Antigen
Nyeri otot di posisi keempat dengan 5.272 kasus.
Khusus kepada jemaah haji gelombang pertama yang akan segera pulang ke indonesia diminta untuk tetap disipliin terhadap protokol kesehatan.
Mengingat pelaksanakan ibadah haji kali ini dilaksanakan dalam periode kesiapsiagaan terhadap Covid-19.
“Ingat masker tidak hanya melindungi kita dari Covid-19, melainkan juga dari potensi penularan penyakit lainnya,” ujar dr. Budi.
Bagi jemaah haji yang akan menuju madinah juga dihimbau selain disiplin prokes, juga untuk tetap jangan tunggu haus dan selalu menggunakan APD terutama saat beraktivitas di luar pemondokan.
Bertujuan untuk mengindarkan jemaah dari kelelahan dan dehidrasi
“Ingat kelelahan dan dehidrasi dapat memicu munculnya penyakit lainnya,” tambah dr. Budi.
dr. Budi mengatakan bahwa pasca Armuzna, pelayanan kesehatan difokuskan pada menjaga kondisi kesehatan jemaah sebaik mungkin baik pelayanan kesehatan di tingkat kloter, sektor, maupun Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Fokus kita saat ini menjaga kondisi kesehatan jemaah setelah Armuzna,” tegas dr. Budi
Pihaknya menegaskan kewaspadaan petugas kesehatan tidak boleh berkurang meski puncak pelaksanaan ibadah haji telah selesai.
Sehingga tidak terjadinya kekambuhan penyakit jemaah.
Baca juga: Penyelenggaraan Haji 2023 Disiapkan Sejak Dini, Berapa Kuota untuk NTB?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/petugas-haji-tren-penyakit-jemaah-haji.jpg)