DPRD KSB Minta Pemerintah Upayakan AMNT Pakai Pasir Lokal di Proyek Smelter

Pasalnya, penggunaan pasir lokal dipandang cukup potensial terutama jika proyek membutuhkan material tersebut dengan segera

(https://pixabay.com/images/id-817185/)
Ilustrasi Smelter KSB (https://pixabay.com/images/id-817185/)  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM - SUMBAWA BARAT - DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta Pemkab agar mendorong pasir lokal digunakan dalam proyek Smelter PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Keinginan tersebut datang dari kekhawatiran semua keperluan proyek triliunan rupiah itu didatangkan dari luar daerah.

Padahal di dalam daerah sendiri tersedia bahan yang dibutuhkan.

Baca juga: Tanggapi Upah Pekerja Smelter Turun, DPRD KSB Sebut Ada Keterlibatan Perusahaan Lokal

Ketua DPRD KSB Kamaruddin Umar menyebut kejadian serupa pernah terjadi pada masa tambang Batu Hijau dikelola PT. Newmont Nusa Tenggara.

Saat itu, pasir justru didatangkan dari Bali.

Walaupun di sisi lain keperluan tambang memiliki standarnya sendiri.

Namun saat ini, Pemkab Sumbawa Barat dan DPRD KSB menginginkan agar vendor proyek smelter AMNT itu melakukan pengecekan terhadap pasir lokal.

"Kita (DPRD KSB), Pemda minta kepada perusahaan di sama untuk mengecek pasir lokal bisa masuk apa tidak, supaya tidak mendatangkan pasir dari luar," kata Kahar.

"Kalau tidak salah baru satu kali turun ke muara sungai sana di Desa Banjar," tambah Politisi PDIP itu.

Baca juga: Buka Pelatihan Karyawan PT SF, Wabup Lombok Timur: Kualitas SDM Tentukan Masa Depan

Pasalnya, penggunaan pasir lokal dipandang cukup potensial terutama jika proyek membutuhkan material tersebut dengan segera.

Untuk itu, DPRD KSB melalui komisi I akan melakukan konsultasi dengan tiga vendor yang berkerja untuk proyek smelter AMNT terkait hal ini.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved