Kamis, 30 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Konflik Rusia vs Ukraina

Jurnalis Perancis Tewas saat Bantu Evakuasi Warga Ukraina yang Diserang Tentara Rusia

Seorang jurnalis Perancis bernama Frederic Leclerc-Imhoff (32) tewas akibat serangan Rusia di Ukraina Timur, Senin (30/5/2022).

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Dok. AP via Nypost
Jurnalis Prancis bernama Frederic Leclerc-Imhoff (32) meninggal dunia akibat serangan Rusia di Ukraina Timur, Senin (30/5/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM -  Keganasan perang Rusia-Ukraina kembali memakan korban. 

Perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022 tersebut menewaskan banyak tentara kedua negara, warga sipil, bahkan jurnalis yang sedang bertugas di medan perang.   

Terbaru, seorang jurnalis Perancis bernama Frederic Leclerc-Imhoff (32) tewas akibat serangan Rusia di Ukraina Timur, Senin (30/5/2022).

Frederic adalah jurnalis televisi BFMTV di Prancis.

Frederic terkena pecahan peluru di lehernya saat sedang perjalanan konvoi evakuasi koridor kemanusiaan di Ukraina timur.

Pecahan peluru menghantam bus bantuan kemanusiaan yang dia tumpanginya ke Lysychansk, Severodonetsk.

Frederic berada di dalam bus bersama Gubernur Regional Serhiy Gaidai, yang membantu mengevakuasi warga sipil dari wilayah Luhansk.

Baca juga: Suami Tewas Ditembak Sniper Rusia, Ibu di Ukraina Syok & Lahirkan Dini: Ia Tak Bisa Gendong Bayinya

Baca juga: Jaksa Ukraina Minta Tentara Rusia yang Bunuh Warga Sipil Dihukum Seumur Hidup

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan, Frederic berada di Ukraina untuk melaporkan sesuai tugas dan dedikasi dalam menunjukkan realitas perang.

"Di atas bus kemanusiaan dengan warga sipil, Ia terpaksa melarikan diri untuk menghindari pemboman Rusia, dia terluka parah," kata Macron.

"Saya berbagi kesedihan dengan keluarga, kerabat, dan koleganya," ujarnya.

"Kepada mereka yang memastikan misi soal sulitnya pelaporan di zona pertempuran, saya ingin menegaskan kembali dukungan tanpa syarat Prancis, kepada Ukraina," kata Macron.

Evakuasi warga dari daerah Luhansk di Ukraina Timur ditangguhkan setelah serangan itu.

Baca juga: Kondisi Mariupol Ukraina Memprihatinkan, 200 Mayat Ditemukan di Reruntuhan Bangunan

Gubernur Daerah Serhiy Gaidai mengatakan, awal kejadian saat kendaraan evakuasi lapis bajanya akan menjemput sepuluh orang dari daerahnya karena berada di bawah tembakan tentara Rusia terus menerus.

"Pecahan peluru dari cangkang menembus pelindung mobil. Luka fatal di leher diterima oleh seorang jurnalis Prancis, yang sedang membuat materi tentang evakuasi. Selain itu, seorang polisi patroli diselamatkan oleh helmnya. Karenanya kami secara resmi menghentikan evakuasi," kata Gaidai.

BFMTV dan grup media Altice tempat dimana Frederic bekerja mengatakan, ada rasa sakit yang luar biasa pada mereka, saat mengumumkan kematian rekan mereka yang sangat berdedikasi tinggi dalam tugas jurnalisnya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved