Profil Anthony Albanese yang Baru Menjabat Perdana Menteri Australia
Dia menggantikan Perdana Menteri sebelumnya Scott Morrison dari Partai Liberal yang kalah dalam Pemilu.
Di masa kampanye, ia berhasil menebus kesalahannya menjawab angka pengangguran Australia dan mengedepankan isu biaya hidup dan turunnya upah minimum warga.
Anthony dinobatkan sebagai Perdana Menteri ketika tingkat inflasi sedang tinggi-tingginya, angka pengangguran rendah, dan utang APBN Australia sebanyak 1 triliun dollar atau setara Rp 10,42 kuadriliun.
Ia adalah anggota faksi kiri dan mewakili DPR daerah Grayndler di Sydney.
Kehormatan besar
Dalam acara partai di malam penghitungan hasil Pemilu, Anthony Albanese menyampaikan apresiasinya atas dukungan rakyat Australia terhadap Partai Buruh. "Ini adalah suatu kehormatan besar," katanya.
"Saya katakan kepada warga Australia, terima kasih atas kehormatan yang luar biasa ini. Hari ini warga Australia telah mendukung perubahan," katanya.
"Saya merasa terhormat dengan kemenangan ini dan atas kesempatan memimpin sebagai Perdana Menteri Australia yang ke-31."
Dengan terpilihnya Partai Buruh untuk memimpin Australia, pihaknya akan fokus kepada isu seperti perubahan iklim, pemberantasan korupsi di tingkat nasional, dan isu sosial seperti penitipan anak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Anthony-Albanese.jpg)