Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Harum Cup 2022 Disetop Sementara, Lapangan Atletik Sepi

Tidak terdapat aktivitas olahraga yang seharusnya sudah kick-off di hari Minggu (15/5/2022), pukul 14.30 WITA

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Suasana Lapangan Atletik, Dasan Agung, Mataram yang sepi penonton maupun pemain Harum Cup 2022, Minggu (15/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pascaricuh pertandingan sepak bola Harum Cup 2022, Lapangan Atletik di Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram terpantau sepi dari penonton maupun pemain.

Pihak panitia Harum Cup 2022 menginstruksikan pemberhentian seluruh pertandingan hingga waktu yang belum ditentukan seperti didapat dari pesan berantai WhatsApp, Sabtu (14/5/2022).

Penghentian sementara laga Harum Cup 2022 ini meliputi juga di Lapangan Malomba, Ampenan; dan Lapangan Selagalas, Selagalas.

Baca juga: Dua Kelompok Warga Ricuh saat Pertandingan Harum Cup 2022 Sepakat Damai

Tidak terdapat aktivitas olahraga yang seharusnya sudah kick-off di hari Minggu (15/5/2022), pukul 14.30 WITA.

hingga tulisan ini ditulis TribunLombok, belum ada keterangan resmi dari KONI Mataram mengenai penghentian pertandingan-pertandingan Harum Cup 2022 yang mempertemukan 50 kelurahan di Kota Mataram ini.

Awalnya kejadian ricuh tersebut berawal dari baku hantam kedua supporter dan pemain di dalam lapangan hingga ke jalan.

Tepatnya saat pertandingan antara Kelurahan Pagesangan Timur vs Kelurahan Pagutan, Sabtu (14/5/2022).

Dari video yang beredar, terdapat adegan baku hantam, hingga beberapa orang yang diamankan akibat membawa senjata tajam.


Pihak Bertikai Sudah Damai

Forkopimda Kota Mataram menengahi dua kelompok warga terlibat keributan di Lapangan Atletik saat pertandingan Harum Cup 2022 Bebidas vs Karang Genteng.

Warga Pagutan dan Pagesangan sejumlah 30 orang didampingi tokoh agama dan tokoh masyarakat menghadiri mediasi di Kantor Walikota Mataram, Sabtu (15/5/2022).

Hasilnya, kedua kelompok sepakat untuk menandatangani surat pernyataan yang disaksikan peserta mediasi.

Wakapolresta Mataram AKBP Syarif Hidayat menyampaikan, pihak kepolisian menginginkan kegiatan mediasi bisa mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

"Ditegaskan dalam penegakan hukum kami pun sangat siap," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved