Begini Strategi BPPD Lombok Timur Sambut Event Bergensi di NTB

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur telah menyusun beberapa rencana prioritas, sambut berbagai Event yang digelar di NTB.

Ahmad Wawan Sugandika/TribunLombok.com
Ketua BPPD Kabupaten Lombok Timur Ahmad Nursandi* 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Menyambut berbagai Event yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur telah menyusun beberapa rencana prioritas.

Ini di sampaikan langsung oleh Ketua BPPD Kabupaten Lombok Timur Ahmad Nursandi kepada TribunLombok.com Selasa (10/5/2022).

Ia menyebut dikarenakan salah satu tugas pokok dari BPBD yakni sebagai direct promotion maka segala langkah telah dilakukan dalam mempromosikan segala potensi daerah.

"Kita telah bekerja maksimal dalam hal ini, satu langkah pasti adalah kita tonjolkan segala potensi yang dimiliki di Lombok Timur, baik itu budaya, adat istiadat, serta agama," terangnya.

Menurutnya aspek penting yang harus ditonjolkan adalah nilai kebudayaan, adat istiadat dan juga nilai keagamaan yang ada di Lombok, khusunya Lombok Timur.

Baca juga: Cerita Petugas Pemadam Kebakaran Lobar, Tolong Kucing hingga Orang Tersangkut saat Panjat Pohon

Oleh karena itu ia juga meminta agar semua daerah harus saling merangkultangan untuk mengoptimalkan hal tersebut.

"Bayangkan saja, jika wisatawan setiap harinya bisa menemukan nilai keunikan dari masing-masing daerah yang ada, dan saya rasa itu bisa, karena potensi di NTB ini begitu besar," jelasnya.

Dengan adanya event, seperti WSBK, MotoGP Mandalika, MXGP Samota, dan akan banyak tentu event yang menyusul, itu kunci utama untuk lebih menonjolkan nilai budaya yang ada di daerah, Khususnya di Lombok Timur.

pagelaran internasional yang menjadi jendela Lombok untuk dunia tentu harus dibumbui dengan nuansa berbeda, satu di antaranya adalah budaya atau nilai lokal asli masyarakat.

"Kita ambil contoh, pawang hujan, bagaimana boomingnya dia di penyelenggaraan MotoGP kemarin, dan saya rasa nilai lokal seperi itu harus kita optimalkan," ucapnya.

Pihaknya menambahkan di Lombok Timur sendiri banyak sekali tradisi yang sampai sekarang masih menjadi perhatian.

Di antaranya Ngejot Lenek, Tenun Pringgesele, Sevent Summit di Sembalun, dan banyak lagi.

Pihak BPPD Lombok Timur pun akan terus mengupayakan untuk menentukan kapan tradisi-tradisi ini digelar agar bisa menarik wisatawan dan tentu sebagai nilai jual pariwisata ke luar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved