Kamis, 9 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Dhia Ul Haq Mengaku Bukan Orang Pertama yang Memukul Ade Armando

SI (27), pengurus pondok pesantren itu mengatakan Dhia mengaku bukan pemukul pertama Ade Armando.

Editor: Dion DB Putra
Capture Video via Tribunnews
Ade Armando di tengah kerumunan massa saat unjuk rasa di gedung DPR RI Jakarta, Senin (11/4/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM, TANGERANG - Dhia Ul Haq, tersangka kasus pengeroyokan Ade Armando,mengaku kepada majelisnya bahwa dia bukan orang pertama yang memukul Ade Armando di depan gedung DPR, Senin (11/4/2022).

Dhia diamankan aparat Polda Metro Jaya pada Rabu (13/4/2022) dini hari di sebuah pondok pesantren di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Baca juga: Daftar Tersangka yang Keroyok Ade Armando Hingga Babak Belur, Polisi Pastikan Bukan dari Mahasiswa

Baca juga: Ade Armando Berhutang Budi Pada Pria Ini, Rela Kena Bogem Demi Lindungi Dirinya

SI (27), pengurus pondok pesantren itu mengatakan Dhia mengaku bukan pemukul pertama Ade Armando.

Sebelumnya santer dikabarkan kalau Dhia Ul Haq merupakan orang pertama yang memukul sehingga lima orang lainnya terprovokasi dan terjadi pengeroyokan terhadap Ade Armando hingga babak belur.

"Dhia mengaku bukan pemukul pertama, kalau dilihat dari videonya, Ade kan sudah dilindungi tuh. Logikanya kan berarti memang sudah dipukul duluan," kata SI kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/4/2022) malam.

Sebenarnya, pada Selasa (12/4/2022) Dhia berniat menyerahkan diri ke polisi karena mengakui kesalahannya.

Namun, dia mengurungkan niatnta lantaran ramai diberitakan kalau dirinya merupakan sosok pertama yang memukul Ade Armando.

"Dia (Dhia) mengaku mukul tapi bukan yang pertama. Dia sempet agak ragu buat nyerahin diri karena faktanya enggak sesuai," kata SI.

Dhia Ul Haq diamankan polisi setelah tersangka Muhammad Bagja dan Komar. Dia diciduk di sebuah pondok pesantren di Serpong.

SI mengatakan, Dhia menyerahkan diri dan mengaku bersalah sebelum disambangi polisi.

"Dhia ke sini mau minta maaf ke Habib, kita di antara anak majelis ini sudah ada yang konfirmasi sama polisi kalau Dhia mau menyerahkan diri," cerita SI.

"Sepakatnya menyerahkan diri ke sini, supaya bisa pamit ke gurunya dulu," lanjutnya.

Kata SI, Dhia berterus terang kepada teman-teman majelis karena aksi anarkisnya di tengah unjuk rasa tersebut.

Dhia pun mengaku bersalah ke majelis pada Selasa (12/4/2022) malam kepada teman-temannya dan sepakat untuk menyerahkan diri pada polisi.

"Karena Dhia merasa bersalah, bukan dari faktor agama, tapi karena perbuatan anarkis dia," ujar SI.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved