Breaking News:

Sikapi Dugaan Ujaran Kebencian, Sekda NTB Beri Pesan ke Warga

Lalu Gita Ariadi meminta masyarakat menahan diri dan menjaga situ kondusif daerah setelah dugaan ujaran kebencian viral di media sosial

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi beri pesan ke warga 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM -
Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi meminta masyarakat menahan diri dan menjaga kondusivitas daerah setelah dugaan ujaran kebencian viral di media sosial oleh salah seorang ustaz di Lombok.

Ditegaskannya, seluruh proses hukum terkait ujaran kebencian yang disinyalir menghina makam para ulama di NTB dipastikan akan ditindak secara tegas, sesuai peraturan perundang-undangan.

"Mari kita kembali kepada suasana hidup rukun damai. Awali tahun ini dengan optimisme agar bisa melanjutkan momemtum pembangunan di depan mata kita," kata Sekda Gita, saat memimpin Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penanggulangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, di kantor Gubernur NTB, 3 Januari 2022.

Baca juga: Ceramah Hina Makam Leluhur Lombok, Ustaz As-Sunnah Minta Maaf, Polisi: Penyelidikan Tetap Jalan

Mencermati situasi dan kondisi yang berkembang, disepakati untuk sementara mengamankan dan memberikan perlindungan kepada Ustad Mizan Qudsiyah, sambil menunggu perkembangan kasus ini.

"Pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan situasi menjernihkan situasi dan yang lain sebagainya," katanya.

Dari hasil rapat tersebut, akan dilakukan pengamanan dan perlindungan kepada ustadz Mizan untuk sementara.

"Karena dikhawatirkan gelombang masa akan lebih besar," sebutnya.

Baca juga: NWDI Laporkan Penceramah Hina Makam Keramat, Ustaz MQ Berikan Klarifikasi Lewat Video

Selain itu, ia juga mengajak kepada elit-elit masyarakat untuk arif bijaksana dalam menyampaikan dakwah.

"Berdakwah itu ada waktu-waktu untuk keras tapi bukan kasar. Silahkan berdakwah dengan cara-cara yang damai, halus tidak kasar," imbuh Gita Ariadi.

Hadir dalam rapat tersebut, kabinda NTB, wakil Ketua DPRD NTB, perwakilan Polda dan Danrem 162/WB, ketua MUI, kepala Kemenag NTB, Pimpinan Ormas NU, Muhammadiyah, NW, NWDI, FKUB serta perwakilan Forkopimda.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved