Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah di Lombok Tengah, Seorang Sempat Dikabarkan Meninggal
Angin puting beliung menerjang dua desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/9/2021)
Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/9/2021), pukul 22.00 Wita.
Angin kencang tersebut menyapu rumah warga di Desa Montong Terep, Kecamatan Praya dan Desa Monggas, Kecamatan Kopang.
Atap dan tembok rumah warga roboh akibat tiupan angin kencang.
Warga pun berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah.
Dalam foto yang beredar, salah seorang warga tampak luka-luka.
Baca juga: Motor Seruduk Mobil Pemadam Kebakaran, 2 Orang Dilarikan ke RSUD Lombok Tengah
Data sementara BPBD NTB menyebutkan, akibat angin kecang tersebut, 20 kepala keluarga (KK) terdampak dan 17 unit rumah warga rusak.
Data masih bisa berubah karena tim saat ini masih melakukan pendataan di lapangan.

Selain rumah rusak, beberapa orang mengalami luka-luka tertimpa bangunan.
”Dampak bencana masih kami data, tim kami saat ini masih turun ke lapangan untuk mengecek secara detail,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB Sahdan, Kamis (23/9/2021).
Baca juga: Wagub NTB Optimis Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Fasilitasnya Tuntas Tepat Waktu
Informasi dampak bencana harus mereka pastikan valid agar bantuan yang diberikan valid.
Sahdan menyebutkan, tadi malam sempat beredar kabar ada warga yang meninggal akibat angin puting beliung tersebut.
”Tapi setelah kami cek tidak ada warga meninggal, hanya ada yang luka-luka beberapa orang,” katanya.
Personel BPBD bersama polisi dan TNI telah dikerahkan untuk membantu warga terdampak sejak semalam.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah.
Memantau perkembangan kejadian bencana dan melakukan pelaporan dan penyebaran informasi.
”Tim BPBD Lombok Tengah sudah turun ke lokasi untuk melakukan monitoring,” katanya.
Saat ini, kebutuhan mendesak warga berupa terpal, selimut, dan bahan bangunan untuk memperbaiki rumahnya.
(*)