KRONOLOGI Pegawai KPI Diduga Korban Pelecehan Sejak 2012, Bareskrim Bertindak hingga Nasib Pelaku

Kronologi kasus pegawai KPI Pusat mengaku jadi korban pelecehan rekan kerja sejak tahun 2012, kini kasus ditangani dan bagaimana nasib pelaku?

Penulis: wulanndari | Editor: Wulan Kurnia Putri
UPI.com
Ilustrasi pelecehan dan perundungan - Kronologi kasus pegawai KPI Pusat mengaku jadi korban pelecehan rekan kerja sejak tahun 2012, kini kasus ditangani dan bagaimana nasib pelaku? 

"Dengan rilis pers ini, saya berharap Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia mau membaca apa yang saya alami," ucap MS.

"Tolong saya. Sebagai warga negara Indonesia, bukankah saya berhak mendapat perlindungan hukum? Bukankah pria juga bisa jadi korban bully dan pelecehan? Mengapa semua orang tak menganggap kekerasan yang menimpaku sebagai kejahatan dan malah menjadikanya bahan candaan?" katanya.

Baca juga: Menikah hingga 7 Kali, Oknum PNS Kejari Lombok Tengah Diduga Buat Keterangan Istrinya Mati

Baca juga: Tersangka Pembunuh Nenek di Sumbawa Terancam 15 Tahun Penjara

KPI Beri Penjelasan

Setelah kasus ini viral, KPI akhirnya buka suara melalui wakil ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo.

Mulyo menjelaskan akan digelar investigasi internal dengan mengumpulkan kedua belah pihak.

Dilansir situs resmi KPI, Mulyo Hadi juga akan mendukung kasus ini dibawa ke ranah hukum.

"Menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan terhadap korban sesuai hukum yang berlaku," kata dia.

Komnas HAM Tindaklajuti

Dilansir Tribunnews.com, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menindaklanjuti kasus perundungan dan pelecehan yang terjadi di KPI.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara membenarkan kalau pria berinisial MS yang mengaku menjadi korban dalam insiden ini pernah melakukan aduan ke Komnas HAM.

"Benar yang bersangkutan mengadu ke Komnas HAM via email sekira Agustus- September 2017," ucap Beka dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/9/2021).

Kendati begitu, kata Beka, pihaknya tidak dapat langsung memproses aduan tersebut.

Sebab jika didasari dari analisa aduan maka MS diminta untuk membuat laporan terlebih dahulu ke pihak kepolisian.

Karena saat ini sudah viral, Komnas HAM menyatakan akan menindaklanjuti kasus MS jika korban kembali ke Komnas HAM.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved