Breaking News:

Virus Corona

PPKM Darurat akan Dilonggarkan jika Tingkat Transmisi Covid-19 Melambat dan Menurun

PPKM Darurat sebagai langkah pemerintah mengatasi persebaran virus corona dapat dilonggarkan jika, daerah mengalami perbaikan dari semua sisi

Editor: wulanndari
Dok. Polda NTB
PENYEKATAN: Tim gabungan Polisi-TNI melakukan penyekatan di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat, Rabu (14/7/2021) - PPKM Darurat sebagai langkah pemerintah mengatasi persebaran virus corona dapat dilonggarkan jika, daerah mengalami perbaikan dari semua sisi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - PPKM Darurat sebagai langkah pemerintah mengatasi persebaran virus corona dapat dilonggarkan jika, daerah mengalami perbaikan dari semua sisi.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan hal tersebut berdasarkan arahan yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).

"Sesuai Instruksi Mendagri terbaru, pelaksanaan PPKM Level 4 ini akan berjalan sampai dengan 25 Juli 2021.

Dan atas arahan Presiden maka pada tanggal 26 Juli 2021 akan dilakukan relaksasi di beberapa daerah hanya dan jika daerah tersebut menunjukkan perbaikan dari semua sisi dengan merujuk pada kriteria level yang telah disepakati," kata Jodi.

Baca juga: Pemerintah Akan Tingkatkan Testing dan Tracing Covid-19 dalam Waktu Dekat

Jodi mengatakan relaksasi secara bertahap bisa dilakukan jika tingkat transmisi covid-19 sudah melambat dan Bed Occupancy Rate (BOR) menurun di bawah 80% secara konsisten selama beberapa waktu tertentu.

Sebagaimana kita ketahui, lanjut dia, pengetatan secara gradual dilakukan jika tingkat transmisi covid-19 memasuki level yang tinggi dan BOR meningkat secara signifikan mendekati 80%.

Keputusan dalam pengetatan dan relaksasi, kata dia, harus memperhitungkan kondisi psikologis masyarakat dan level transmisi penyakit serta kemampuan distribusi bantuan sosial yang disediakan pemerintah.

Baca juga: BAZNAS Catat Kenaikan Dana Kurban hingga 70 Persen Lewat Sistem Online saat Pandemi Covid-19

"Keputusan untuk melakukan relaksasi ataupun pengetatan adalah kombinasi dari keempat faktor di atas yang mewakili laju transmisi penyakit, kemampuan respons sistem kesehatan kita, dan kondisi psikologis masyarakt, dan kemampuan distribusi bansos," kata Jodi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved