Breaking News:

Berita Lombok

Ojek Online Lombok Demo Tolak PPKM Darurat ke Kantor Gubernur NTB

Puluhan orang tukang ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Ojol Lombok melakukan aksi unjuk rasa, di depan kantor gubernur Provinsi NTB tolak PPKM

Penulis: Sirtupillaili | Editor: wulanndari
TribunLombok.com/Sirtupillaili
DEMO: Para ojek online Lombok menjawab pertanyaan wartawan usai demo di depan kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin (19/7/2021). 

Sesampai di depan kator gubernur NTB mereka berbaris dan mengatur jarak sembari mengangkat poster tersebut.

Budi Suseno, koordinator aksi Ojol Lombok menjelaskan, tuntutan para Ojol hanya meminta kepada pemerintah tidak memperpanjang PPKM Darurat.

”Bagi kami sebagai tukang ojek itu (PPKM) sangat membatasi gerak kami untuk mencari nafkah,” kata Budi Suseno, kepada wartawan, usai aksi, Senin (19/7/2021).

Para ojol mengaku tertekan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Bantuan PPKM Darurat di Mataram, 13.888 Orang Dapat Beras Termasuk Penyintas Covid-19

Baca juga: Insentif Rp 21,3 Miliar untuk Tenaga Kesehatan Pemprov NTB Telah Dibayar

Selama penerapan PPKM Darurat, penghasilan mereka menurun hingga 70 persen. Karena sektor yang dipangkas atau terdampak yakni layanan bike.

”Harusnya kami mengambil uang besar dari sektor (layanan) bike, kayak (jemput) anak sekolah, anak kuliahan,” katanya.

Mereka tidak bisa mengandalkan layanan food atau pesanan makanan karena penghasilannya tidak akan mencukupi.

Dengan situasi saat ini para Ojol mengaku penghasilannya merosot tajam. 

Saat ini mereka rata-rata mendapatkan penghasilan Rp 35 ribu – Rp 40 ribu per hari.

Normalnya, sebelum pandemi Covid-19 mereka rata-rata mendapatkan penghasilan di angka Rp 200 ribu per hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved