Industri Pencucian Sarang Walet Menjanjikan, Dongkrak Nilai Produk Ekspor NTB

Industri pencucian sarang walet di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) punya efek ganda.  

Dok. Diskominfotik NTB
EKSPOR: Ketua Dekranasda Niken Saptarini Widyawati melihat produk sarang burung walet di Desa Kateng, Lombok Tengah, Jumat (18/6/2021). 

Pelaku sarang walet terdaftar sekarang sebanyak 157 orang.

Baca juga: Tracing Menurun, Wagub NTB Sentil Pemda Kabupaten Kota Soal Data Covid-19

Baca juga: Edarkan Sabu ke Mahasiswa, Sopir Taksi di Lombok Barat Ini Transaksi Narkoba dalam Mobil

Di luar mereka, belum semuanya mengumpulkan panen ke perusahaan untuk diekspor.

Dari 13 apartemen saja, kata Ading, bisa menghasilkan sampai 100 kilogram sarang walet per tiga bulan.

Bahkan tahun 2020 lalu, perusahaannya mengekspor 17 ton sarang walet ke Tiongkok.

Perwakilan Bank Indonesia NTB Iwan Kurniawan mengungkapkan, dari hasil business matching di Tiongkok, permintaannya sangat besar.

Karena itu, pihaknya membantu membiayai pelatihan tenaga pencuci sarang walet.

Juga membuka jaringan pemasaran dan jalur ekspor bersama stakeholder lain.

Seperti perbankan, bea cukai dan penerbangan.

"Kami optimis ini akan memulihkan dan menggerakkan ekonomi selama pandemi," ujar Iwan.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved