Breaking News:

Direktur PT SAM Ditahan Setelah 4 Kali Positif Covid-19 pada Kasus Dugaan Korupsi Bibit Jagung NTB

Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu atau AP ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dok. Kejati NTB
DITAHAN: Direktur PT SAM Aryanto Prametu ditahan penyidik Kejati NTB sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi bibit jagung, usai pemeriksaan, Senin (7/6/2021)       

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu atau AP ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dia ditahan setelah pemeriksaan selama dua jam sebagai tersangka, di kantor Kejati NTB, Senin (7/6/2021).

Aryanto bersama tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus pengadaan bibit jagung pada Dinas Pertanian NTB tahun 2017.

Kerugian negara dalam kasus itu ditaksir mencapai Rp 15,4 miliar.

Setelah berulang kali mangkir dari panggilan kejaksaan, tersangka AP akhirnya dipemeriksa setelah dinyatakan negatif Covid 19 oleh dokter Rumah Sakit Universitas Mataram.

Baca juga: Polda NTB Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran HAM di Sirkuit Mandalika

Baca juga: Disnakertrans NTB Hentikan Rekrutmen Pekerja Migran ke Kanada secara Ilegal

”Usai pemeriksaan AP langsung dibawa dan dititipkan di rumah tahanan Polresta Mataram,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, dalam keterangan persnya, Senin (7/6/2021).

Dedi menjelaskan, tersangka akan ditahan penyidik selama 20 hari ke depan.

Dia menyusul 3 tiga orang tersangka lainnya yang sudah mendekam di penjara sekitar 1 bulan lalu.

Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi atau HF dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial I Wayan Wikanaya atau IWW.

Halaman
12
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved