Breaking News:

Disnakertrans NTB Hentikan Rekrutmen Pekerja Migran ke Kanada secara Ilegal

Disnakertrans Provinsi NTB menghentikan aktivitas rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok Tengah, yang dilakukan secara ilegal.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kepala Disnakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB menghentikan aktivitas rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok Tengah, yang dilakukan secara ilegal oleh para calo PT Yanbu Al  Bahar (YAB).

Mereka telah merekrut 53 orang calon PMI dengan janji akan dipekerjakan ke Negara Kanada.

Padahal berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Nomor: 3/1137/PK.02.02/IV/2021 tentang Penetapan Negara Tujuan Penempatan PMI pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, belum tersedia job order bagi PMI ke Kanada.

Selain itu, berdasarkan data dan informasi BP2MI Mataram, PT YAB belum memiliki Surat Izin Perekrutan (SIP) dengan tujuan negara Kanada.

Sehingga dipastikan aktivitas para calo tersebut ilegal dan non prosedural.

Baca juga: 1.200 Butir Bahan Peledak Disita Ditpolair Baharkam dan Polda NTB, Pedagang Terancam Hukuman Mati

"Calon PMI yang direkrut ini akan diberangkatkan secara unprosedural. Dari fakta dan informasi di lapangan, tidak menutup kemungkinan ada kejahatan penipuan atau TPPO," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Gede Putu Aryadi, di kantornya, Senin (7/6/2021).

Ia menjelaskan, kasus tersebut terungkap dari laporan salah seorang korban.

Dari laporan itu, pihaknya langsung menurunkan tim dan berkoordinasi dengan Pemda Lombok Tengah.

Tim turun melakukan klafikasi kepada oknum calo berinisial AND yang melakukan perekrutan dan J yang ditunjuk melakukan pelatihan bahasa Inggris.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved