Breaking News:

Koalisi Kecewa Penanganan Kasus Pencabulan Anak Kandung oleh Mantan DPRD NTB Lambat

oalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak NTB kecewa dengan lambatnya penanganan kasus pencabulan anak kandung oleh mantan anggota DPRD NTB.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
HEARING: Tim Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak NTB diterima tim Kejari Mataram saat hearing, Kamis (22/4/2021). (TribunLombok.com/Sirtupillaili) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBULOMBOK.COM, MATARAM – Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak Nusa Tenggara Barat (NTB) kecewa dengan lambatnya penanganan kasus pencabulan anak kandung oleh mantan anggota DPRD NTB berinisial AA (65).

Hingga saat ini kasus tersebut terkesan jalan di tempat.

Belum ada kejelasan kapan perkara tersebut bisa naik ke persidangan.

Berkas perkara yang diserahkan Polresta Mataram telah dikembalikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram untuk dilengkapi.

Tapi sampai saat ini kelengkapan berkas belum dipenuhi penyidik Polresta Mataram.

Di sisi lain, AA justru bisa menghirup udara segar setelah penahananya ditangguhkan.

HEARING: Tim Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak NTB diterima tim Kejari Mataram saat hearing, Kamis (22/4/2021). (TribunLombok.com/Sirtupillaili)
HEARING: Tim Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak NTB diterima tim Kejari Mataram saat hearing, Kamis (22/4/2021). (TribunLombok.com/Sirtupillaili) (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Karena itu, Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak di NTB mendatangi kantor Kejari Mataram, Kamis (22/4/2021).

Koalisi ini terdiri dari 34 organisasi masyarakat sipil di NTB.

Mereka datang ke kantor Kejari Mataram mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus pencabulan yang dilakukan AA.

Baca juga: Anak Anggota DPRD Jadikan Gadis SMP PSK, Sehari Layani Lima Pria, Tarif Rp 400 Ribu

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved