NTB

Rp 1,7 Triliun Proyek Infrastruktur KEK Mandalika Dibiayai AIIB

TribunLombok.com/Sirtupillaili
MANDALIKA: Seorang wisatawan asik foto di KEK Mandalika, Lombok Tengah,  Jumat (8/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meneken dua kontrak proyek konstruksi senilai Rp 1,7 triliun.

Penandatangan dilakukan ITDC dengan para pihak, di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Dua paket itu merupakan pengerjaan Mandalika Urban Tourism Infrastructure Project (MUTIP), di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui penandatanganan kontrak ini, ITDC memastikan proyek MUTIP berjalan sesuai rencana meski masih pandemi Covid-19.

Program MUTIP dibiayai sepenuhnya Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

”Ini merupakan pembiayaan pertama secara mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, dalam keterangan persnya, Selasa (2/3/2021).

Secara global, proyek itu merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.

AIIB sendiri merupakan bank pembangunan multilateral yang dimotori Tiongkok.

Bank ini fokus pada investasi bidang infrastruktur bagi negara-negara seluruh Asia Pasifik.

Saat ini, AIIB memiliki 103 anggota, termasuk Indonesia. Serta 21 calon anggota di seluruh dunia.

Dua Paket

KONTRAK: Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer (tiga dari kiri) usai menandatangani kontrak pengembangan konstruksi KEK Mandalika, di Jakarta, Selasa (2/3/2021).
KONTRAK: Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer (tiga dari kiri) usai menandatangani kontrak pengembangan konstruksi KEK Mandalika, di Jakarta, Selasa (2/3/2021). (Dok. ITDC)

Kontrak paket I antara ITDC dengan joint venture PT PP (Persero) – PT Wijaya Karya (Persero) – PT Bunga Raya Lestari (BRL).

Kontrak paket I meliputi pekerjaan infrastruktur dasar. Antara lain pekerjaan jaringan jalan lengkap dengan drainase, box utilitas, lanskap dan penerangan jalan.

Pekerjaan normalisasi sungai berikut tempat evakuasi sementara dan pintu air.

Pekerjaan pembangunan fasilitas amenity core dan gerbang kawasan.

Serta pembangunan jaringan pipa air bersih. Jaringan pipa air kotor. Hingga jaringan pipa air irigasi beserta kelengkapannya.

“Kami senang sekali bisa memulai lagi kontrak pekerjaan konstruksi infrastruktur di The Mandalika hari ini,” katanya.

Baca juga: Percepat Vaksinasi, NTB Kerahkan 1.172 Anggota Batalyon Vaksinator Covid-19

Baca juga: Baru Dilantik, Kapolda NTB Minta Kepala Daerah Tidak Kumpulkan Massa

Baca juga: Kehabisan Bensin, Tukang Ojek di Sumbawa Tewas Ditebas Penumpang 

Melalui pekerjaan tersebut, Mansoer memastikan pembangunan infrastruktur di Mandalika terus berjalan.

Pengembangan kawasan sejalan dengan pembangunan street circuit dan amenitas seperti hotel dan beach club. 

Selain untuk meningkatkan daya tarik kawasan investor.

Percepatan pembangunan juga dipastikan untuk mempersiapkan kawasan Mandalika bila pandemi telah selesai.

Mansoer menambahkan, untuk kontrak paket II akan ditandatangani minggu ini juga.

Kontrak antara ITDC dengan joint operation PT Hutama Karya (Persero) – PT Adhi Karya (Persero).

Paket II untuk pembangunan infrastruktur dasar di area timur KEK Mandalika. 

Paket ini hampir sama dengan paket I, meliputi pembangunan sarana dan prasarana jaringan jalan.

Normalisasi sungai, pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan konstruksi masjid area timur.

Serta pembangunan jaringan pipa air bersih, jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya.

Penandatanganan kedua kontrak pekerjaan dilakukan setelah melalui proses pengadaan menggunakan metode international open competitive tender.

Serta memenuhi ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan AIIB sebagai bank pemberi pinjaman. 

”ITDC sendiri telah memulai percepatan pembangunan The Mandalika sejak 2016 dan hingga saat ini,” jelasnya.

ITDC telah membangu infrastruktur jalan utama kawasan sepanjang 4 kilometer beserta fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Seperti Masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park dengan fasilitasnya.

Pengembangan awal itu menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp 250 miliar. 

Sementara proyek infrastruktur dasar masih berjalan.

Pekerjaan yang akan selesai tahun ini adalah jalan sepanjang 6,7 kilometer dan Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau sirkuit MotoGP.

Pembangunan didukung, antara lain oleh pemerintah melalui PMN tahun 2020 sebesar Rp 500 miliar.

Fasilitas pendanaan melalui program National Interest Account (NIA) dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank.

Serta sindikasi pendanaan dari Himpunan Bank Negara.

(*)