Breaking News:

Dewi Perssik Alami Ruam saat Positif Covid-19, Inilah Asupan yang Disarankan agar Mulus Kembali

Kulit Dewi Perssik alami ruam saat positif covid-19, apakah bisa mulus kembali? Inilah saran asupan konsumsi agar kembali normal

KOlase/ DOk/ Tribunnews/ Instagram
Dewi Perssik saat positif covid-10 alami kulit ruam, bisakah mulus kembali? 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kulit Dewi Perssik alami ruam saat positif covid-19, apakah bisa mulus kembali? Inilah saran asupan konsumsi agar kembali normal.

Aktris dan penyanyi dangdut Dewi Perssik menambah daftar pesohor tanah air yang terinfeksi Covid-19.

Lewat akun Instagram-nya, @dewiperssikreal, ia membagikan kabar itu.

Dari tiga foto yang diunggahnya, terlihat adanya skin rash atau ruam pada kulit di bagian wajah serta lehernya.

"Banyak yang bertanya kemana selama 1 bulan ini kok ga liat di @pagipagiambyarttv. Dan gak ada kegiatan ngyoutube juga, Aku sakit kena covid 19," begitu caption yang ditulis Dewi di unggahannya.

"Alhamdulillah Allah masih kasih kesempatan aku untuk sehat aku sekarang sembuh, aku salah satu org yg beruntung untuk sembuh, aku sudah cek dua kali negatif alhamdulillah. Dan skrg sudah sembuh dan recovery."

"Kemarin mungkin karena kegiatanku yang terlalu padat akhirnya aku kecapean dan terkena covid 19."

Baca juga: Dewi Perssik Sempat Positif Covid-19, Wajahnya Penuh Ruam Merah, Sekarang Sudah Sembuh

Baca juga: BREAKING NEWS : Kasus Corona di Indonesia per 25 Desember 2020 Capai 700.097 Pasien Positif

Baca juga: Belum Genap Satu Tahun Istri Meninggal, Pria Ini Tega Lecehkan Anak Kandung yang Masih 2 Tahun

Ruam kulit sebagai gejala Covid-19

Mengaku terpapar Covid-19, Dewi Perssik bersyukur kini telah sembuh, sebelumnya Deepe mengalami gejala langka yakni kulit kemerahan.
Mengaku terpapar Covid-19, Dewi Perssik bersyukur kini telah sembuh, sebelumnya Deepe mengalami gejala langka yakni kulit kemerahan. (instagram Dewi Perssik)

Berkaca dari ruam kulit yang dialami pelantun "Diriku Berharga" tersebut, penelitian menunjukkan bahwa ruam kulit dianggap sebagai gejala terbaru Covid-19.

Mengutip laman covid.joinzoe.com, studi yang dipimpin para peneliti dari King's College London, Inggris, dan perusahaan ilmu kesehatan ZOE didasari oleh data 336.000 pengguna aplikasi Covid Symptom Study.

Halaman
1234
Editor: wulanndari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved