Breaking News:

Guru Sebut Siswi SMP Lombok Timur Pembuat TikTok Injak Rapor Mempunyai Nilai Baik: Nilai Agama 85  

Para siswi SMPN 1 Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pembuat video TikTok injak rapor tidak punya catatan buruk di sekolah.

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. TikTok Siswi SMPN 1 Suela
INJAK RAPOR: Beberapa potongan video TikTok siswi SMPN 1 Suela yang menginjak rapor, Sabtu (19/12/2020) 

Kelima siswi tersebut juga berasal dari kampung yang berbeda-beda dengan jarak cukup jauh. Bahkan kelas mereka berbeda-beda.

”Beda desa, beda kelas, pokonya yang lima ini tidak akrab sebenarnya,” jelas Riadi Ahyar.

Baca juga: Pengakuan Siswi SMPN 1 Suela Lombok Timur, Buat TikTok hanya Iseng Kini Menyesal dan Minta Maaf   

Setelah pihak sekolah menanyakan langsung, para siswa tersebut membuat video hanya ingin agar video tersebut viral di media sosial.

”Viralnya yang diinginkan. Dia buat sensasi. Kalau dia marah sama ibu gurunya, wajar kita tanya apa penyebabnya marah,” katanya.

Di kampungnya, beberapa siswi ini dikenal selalu mendapat juara kelas.

Keluhkan Belajar Daring

Baiq Raihan (35 tahun), salah satu orang tua siswi dari Desa Ketangga, Kecamatan Suela mengaku anaknya sejak SD selalu menjadi juara kelas.

”Saya motivasi supaya lebih rajin belajar. Soalnya katanya kemrin dia kecewa sama nilai-nilainya di sana,” katanya.

Terlebih saat ini, para siswa harus belajar secara daring, sehingga banyak materi kurang jelas dibandingkan belajar langsung di kelas.

Baca juga: Akui Anaknya Salah, Orang Tua Minta 5 Siswi SMP di Lombok Timur Tidak Dikeluarkan dari Sekolah

Baca juga: Begadang Buatkan Rapor, Guru SMPN 1 Suela Lombok Timur Merasa Diinjak-injak Siswa

”Mungkin itu yang membuat nilainya sempat turun,” katanya.

Ia berharap sistem pembelajaran daring bisa diperbaiki dan dilaksanakan secara langsung.

MR (13 tahun) salah seorang siswi pembuat video juga mengakui itu. Tidak ada masalah dengan nilainya. ”Saya rangking lima,” katanya.

Bersama BG, ia kerap menjadi juara kelas sejak Sekolah Dasar (SD). Meski masuk SMP mereka belum mampu menembus 3 besar.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved