NTB

59 Bencana Melanda NTB, 126 Rumah Rusak dan 15.311 Jiwa Terdampak 

TribunLombok.com/Sirtupillaili
I Gusti Bagus Sugihartha  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Berbagai jenis bencana melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun. 

Periode Januari hingga Oktober 2020, tercatat 59 bencana melanda wilayah NTB. 

"Ini belum termasuk data kejadian bulan November," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB I Gusti Bagus Sugihartha, Senin (30/11/2020).

Kejadian bencana didominasi banjir bandang 32 kejadian, 9 kali tanah longsor, 16 kejadian angin puting beliung, 2 gelombang pasang, dan 9 bencana kekeringan.

Selain bencana alam, tahun ini juga terjadi bencana non alam yakni Covid-19.

Dampak bencana Covid-19 merupakan bencana non alam yang paling berdampak. 

Namun dari sisi kuantitas, ancaman bencana hidrologimeteorologi paling sering terjadi. 

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipengaruhi faktor cuaca seperti banjir, longsor, gelombang pasang, dan puting beliung. 

"Ini mengingatkan kita untuk selalu waspada, bencana tidak bisa ditebak," ujarnya.

Semua bencana yang terjadi menyebabkan 15.311 jiwa warga NTB terdampak.

Baca juga: Pengamanan Pilkada Serentak, Polda NTB Siagakan 7.000 Personel dan Take down Konten Hoax

Baca juga: Pengamanan Ditingkatkan Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020 di NTB

Baca juga: WASPADA LONGSOR NTB, Ini 21 Titik Rawan Longsor di Lombok dan Sumbawa

Kemudian korban luka-luka 14 orang, dan 222 orang meninggal karena Covid-19.

Bencana juga merusak 126 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.

"Beberapa jembatan, tanggul, bendungan, jalan, dan sawah juga rusak," katanya.

Sugihartha mengingatkan, bencana memang tidak bisa dihindari, tapi risiko bisa ditekan. 

"Kita berupaya meminimalisir jumlah korban jiwa," katanya. 

Ia meminta warga tetap waspada. 

Kejadian memang sulit diperkirakan, tapi minimal warga tahu di mana saja titik-titik yang rawan terjadi longsor. 

Sehingga ketika melintasi wilayah itu, warga bisa lebih hati-hati. 

Ia menyesalkan insiden dua pengendara meninggal tertimpa longsor bebatuan di tanjakan Nanga Tompu, Dompu beberapa waktu lalu. 

"Kita ambil sebagai pelajaran agar tidak menimpa kita," katanya. 

(*)