Nama Gubernur NTB Dicatut untuk Minta Dana Pilkada, Pemprov NTB Pastikan Itu Hoaks

Beredar selembar surat permintaan dana pengamanan Pilkada yang mencatut nama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah

Dok. Humas NTB
Surat hoaks yang mencatut nama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.    

Laporan wartawan Tribunlombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Beredar selembar surat permintaan dana pengamanan Pilkada yang mencatut nama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah.

Surat yang ditujukan kepada Presdir PT SMS itu banyak dibagikan di media sosial dan grup-grup WhatsApp, sejak pagi tadi.

”Kami memastikan surat yang beredar terkait permintaan ke perusahaan swasta adalah hoaks,” tegas  Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, dalam keterangan persnya, Selasa (10/11/2020).  

Gubernur merasa sangat dirugikan dengan beredarnya surat tersebut.

“Tidak benar gubernur meminta dana ini dan itu, ini adalah ulah oknum atau segelintir orang yang memanfaatkan situasi,” tegas Najam.  

Baca juga: Gubernur NTB Minta Tim Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Baturotok

Anggaran penyelenggaran Pilkada, lanjut Najam, telah dialokasikan pemerintah daerah di masing-masing APBD. Tidak ada sumber lain selain anggaran pemerintah.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh berita hoaks seperti itu.

Najamuddin mengatakan, sesaat setelah surat tersebut beredar, tim PRCC Humas dan Protokol Provinsi NTB melakukan penelusuran melalui teknologi informasi.

Menggunakan pencarian kemiripan gambar di Google Image, tim menemukan gambar yang mirip.

Ada konten tulisan yang dibuat sangat mirip dengan surat yang beredar sebelumnya, yang juga mencatut nama kepala daerah lain.

Intinya surat itu meminta dana ke berbagai perusahaan daerah untuk pelaksanaan Pilkada dan dikirim ke rekening tertentu.

“Dalam penelusuran Tim PRCC, berbagai daerah juga secara bersamaan mendapatkan hoaks yang sama seperti DKI, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat,” katanya.

Ia mengharapkan agar masyarakat bijak menerima sebuah informasi, apalagi yang belum pasti kebenarannya.

Baca juga: Gubernur NTB Pastikan Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Sesuai Jadwal

”Selalu check and balance serta tabayyun dalam menerima sebuah informasi, terlebih informasi tersebut cukup sensitif,” imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved