Breaking News:

Hutan di NTB Semakin Gundul, Banyak Daerah Kehilangan Mata Air

Kerusakan hutan di Provinsi NTB menyebabkan sekitar 300 mata air hilang. Tapi di musim hujan bencana banjir dan longsor justru mengancam.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Korem 162/WB
Babinsa Desa Mpuri Koramil 1608-02/Bolo bersama Babinkamtibmas, dan anggota RPH Bolo Madapangga patroli di kawasan hutan So Tunda Laju, Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Rabu (21/10/2020). 

Laporan wartawan Tribunlombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM-Kerusakan hutan di Provinsi NTB tidak hanya berpotensi menyebabkan banjir di musim hujan.

Perusakan hutan juga membuat ratusan mata air hilang di sejumlah wilayah.  

”Banyak daerah yang sudah kehilangan mata air karena hutan habis dibabat,” ungkap Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Sabtu (31/10/2020).

Persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius pemerintahnya.

Penebangan pohon yang terjadi saat ini, baik untuk pembukaan lahan jagung maupun illegal logging harus ditekan.    

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB dan tim yang dibentuk bekerja lebih keras menangani persoalan tersebut.

Data Dinas LHK NTB menunjukkan, kerusakan hutan membuat sekitar 300 mata air hilang di wilayah NTB.

Dari 700-an mata air yang terdata, sekarang hanya tersisa sekitar 400 titik mata air.

”Mata air yang hilang ini dalam arti debit airnya jauh berkurang, hanya sedikit yang keluar. Tapi sebagian lagi airnya sudah tidak ada,” kata Kepala Dinas LHK Provinsi NTB H Madani Mukarom.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved