Minggu, 26 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Wisata Lombok

Wisata Lombok, Gili Trawangan Kembali Ramai, Tapi Harga Barang Belum Stabil

Gili Trawangan kembali ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Libur panjang dimanfaatkan warga untuk berwisata bersama keluarga.

Penulis: Robbyan Abel Ramdhon | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBYAN ABEL RAMDHON
Wisata Lombok, Gili Trawangan Kembali Ramai, Tapi Harga Barang Belum Stabil - Sejumlah wisatawan menyusuri jalan di Gili Trawangan menggunakan sepeda, Kamis (5/5/2022). Libur panjang yang ditetapkan pemerintah dimanfaatkan warga untuk mengunjungi objek-objek wisata di Lombok. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Robbyan Abel Ramdhon

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARAGili Trawangan kembali ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Hal ini tidak lepas dari keputusan pemerintah yang telah menetapkan cuti lebaran mulai 29 April 2022 dan dilanjutkan pada 4-6 Mei 2022.

Sementara libur lebaran tahun ini jatuh pada 2-3 Mei 2022. 

Di sisi lain, Bandara Internasional Lombok telah mengumumkan, bahwa penerbangan internasional sudah dibuka kembali per 1 Mei kemarin sejak ditutup karena pandemi covid-19.

Dari pantauan Tribunlombok.com pada Kamis (5/5/2022), wisatawan lokal masih mendomasinasi estimasi pengunjung di Gili Trawangan.

Baca juga: Harga Transportasi hingga Penginapan dan Kuliner di Gili Trawangan

Hotel-hotel, cafe, restoran, dan retail kembali beroperasi setelah sering tutup dua tahun terakhir.

Meski demikian, ada sejumlah hotel dan restoran yang tampak masih  belum beroperasi, terutama yang ke arah menuju sunrise point.

Keramaian belum menyeluruh dan masih berpusat di sekitar dermaga dan Gili Trawangan Night Market.

Namun demikian, puluhan kapal dan perahu sudah sibuk memberangkatkan penumpang sejak pagi hingga sore, entah melalui rute Pelabuhan Bangsal maupun Senggigi.

Alrif, warga Gunung Sari, Mataram, bercerita, ramainya Gili Trawangan belum diiringi dengan jumlah barang yang tersedia di retail.

Akibatnya, barang-barang kebutuhan pokok seperti air mineral, sabun mandi, dan kudapan instan dijual dengan harga lebih mahal dari biasanya.

“Terutama kalau mau beli rokok, makanya saya nyetok (stock) di Mataram,” kata pelancong itu.

Baca juga: Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo Setuju ASN Kerja dari Rumah Setelah Libur Lebaran

Berbeda dengan harga hotel, justru menurutnya tidak banyak perubahan dibandingkan hari-hari biasa.

“Normal sih, kalau harga hotel. Enggak naik, malah cenderung turun,” sebutnya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved